Longsor di Tanah Karo 5 Korban Meninggal
METRORAKYAT.COM,TANAHKARO – Hujan deras di dataran tinggi Karo sekitarnya berkisar lima jam menelan korban jiwa. Kejadian Kamis (26/8) sekira jam 21:30 Wib di Dusun Lau Bawang Kelurahan Padang Mas Kecamatan Kabanjahe Kabupaten Karo menimpa empat pintu rumah warga sehingga tembok dan bangunan porak poranda.
Tim Basarnas,TNI,Polri ,BPBD Karo turun ke lokasi dibantu anggota dinas Pemadam Kebakaran dan warga melakukan pencarian dengan cara menyemprot timbunan tanah serta mengoreknya dengan cangkul dan sekop.
Bupati Karo Cory.S.Sebayang bersama Forkopimda ,Kapolres Karo AKBP Yustinus Setiyo,SH , Dandim 0205/TK Let Kol Eko Yulianto,SE bersama anggotanya kelokasi untuk membantu pencarian korban.
Korban yang ditemukan dalam keadaan meninggal yakni, Tia Monika Sari Br Silitonga (28) warga Jalan Karakatau Ujung Medan, Kasih Karolina Br Tarigan (3) warga Dusun Lau Bawang dan Angel Br Tarigan (5) warga Dusun Lau Bawang Kabanjahe.
Sekira pukul 13:25 Wib jasad Roslinda Br Marpaung (48) dan cucunya , Bumi Riski Aditia (2) kembali ditemukan di bawah reruntuhan material dengan luka memar ditubuhnya.Sementara warga yang selamat, Tutri Br Silitonga ( 30) dan suaminya Aktavius Tarigan (33), Dedi Simbolon(30) dan Rudi Silalahi (30).
Lurah Padang Mas All Dian Purba didampingi Kepling Dusun Lau Bawang Adir Sinulingga kepada wartawan , Jumat (27/8) di sekitar lokasi mengatakan, kejadian ini begitu cepat. Warga pun sempat didera ketakutan pada malam itu dan terdengar teriakan minta tolong.
Keterangan keluarga korban, dua anak dari pasangan Aktavius Tarigan dan Tutri Br Silitonga yakni Angel Br Tarigan dan Kasih Karolina ikut ditimbun reruntuhan tanah dan ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
Begitu juga Bumi Riski Aditia (2) anak laki-laki pertama dari pasangan Muriadi dan boru Simbolon ikut ditimbun longsor bersama neneknya Roslinda Br Marpaung (48). Semua korban telah dievakuasi ke Rumah sakit Umum Kabanjahe.
Dalam keajadian ini saya menghimbau kepada warga agar waspada ,karena cuaca saat ini sangat extrim. Penghuni rumah yang dianggap rawan bencana saya harap sebaiknya mandah dahulu demi keselamatan, jelas All Dian Purba (MR/Jon).
