Tuntut Hak Normatif, Ratusan Karyawan Kopkarpel UTPK Belawan Akan Long March Jalan Kaki dari Medan Menuju Jakarta
MetroRakyat.com | MEDAN – Sebanyak 350 orang karyawan pekerja di bawah naungan Koperasi Karyawan Pelabuhan Belawan Pelindo 1 akan melakukan aksi long march dengan berjalan kaki dari depan kantor PT.Pelindo Jalan Krakatau Medan dan akan berakhir di Jakarta. para Buruh PT.Pelindo 1 Belawan ini akan mengadukan nasib mereka langsung kepada Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

Hal ini dikatakan oleh Ketua Kordinator Wilayah (Korwil) Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Sumut, Nicolas Sutrisman SH yang didampingi Wakil Ketua Korwil SBSI Sumut, Arsula Gultom dan Ketua DPC SBSI Kota Medan, April Waruwu, Oscar Pakpahan, (Ketua PK SBSI), dan Sekretaris, Suherman beserta puluhan perwakilan dari PT.Pelindo 1 Belawan, saat melakukan konfrensi pers di Kantor Korwil SBSI Sumut, Jalan Biduk No.7 Kecamatan Medan Petisah- Sumatera Utara, Selasa, (17/1/2017).
Aksi long march dengan berjalan kaki dari Kota Medan menuju Kota Jakarta ini dilakukan oleh para pekerja inti di PT.Pelindo 1 Belawan lantaran tidak berjalannya pengawasan Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Medan dan Pengawasan Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sumatera Utara. Selanjutnya dikeluarkannya kebijakan oleh pihak Perusahaan PT.Pelindo 1 Belawan yang sepihak dan secara tiba-tiba untuk mengalihkan ratusan buruh pekerja kepada Perusahaan pemborong bernama PT.Kuda Inti Samudra yang sampai saat ini, parah buruh pekerj inti tersebut tidak pernah mengetahui dimana kantor dan legalitas dari perusahaan out scorching tersebut. Selain itu, kebijakan perusahaan yang sangat tidak manusiawi yang telah dilakukan oleh manajemen PT.Pelindo 1 Belawan yakni mencoba menghilangkan hak-hak normatif pekerja dengan menghilangkan masa kerja para pekerja buruh yang sudah bekerja lebih dari 16 tahun menjadi nol tahun.
“ Selaku pengurus SBSI wilayah Sumatera Utara yang mendampingi para pekerja buruh inti di PT.Pelindo 1 Belawan, sangat menyayangkan kebijakan dari Direktur PT.Pelindo 1 Belawan yang akan mengalihkan ratusan pekerjanya ke perusahaan out sourching. Karena mereka(para buruh PT.Pelabuhan Belawan) merupakan pekerja inti, artinya tidak dapat dilakukan out sourching, karena operasional dan aktivitas di Pelabuhan Belawan ditangan mereka. Mereka dalah para pekerja Telli, Operator Side Loader(SL), Reach Steakers(RS), Liebher, Head Treal, Stepator, dan operator Trado. Jika salah satu dari jabatan ini tidak bekerja, maka akan terjadi kelumpuhan di PT.Pelindo 1 Belawan, sehingga tidak pantas jika mereka di kelompokkan kepada katagori out sourching.” Terang Nicolas.
April Waruwu selaku Ketua DPC SBSI Kota Medan menjelaskan, bahwa para buruh bekerja selama 12 Jam dalam 1 hari, sementara PT.Pelindo 1 Belawan hanya membayarakan upah mereka sebesar 8 jam saja, tanpa ada memberikan uang lembur sisa jam kerja. “ seharusnya pihak PT.Pelindo 1 Belawan menggandeng mereka dan mengangkat sebagai karyawan bukan sebagai tenaga kerja out sourcing. Karena mereka tidak termasuk dalam golongan pekerja out sourching. Namun hanya demi keuntungan pribadi dan kelompok para buruh yang sudah bekerja mulai dari 5 tahun, 10 tahun sampai 16 tahun tidak dianggap lagi pekerja dibawah naungan Koperasi PT.Pelindo 1 Belawan, dan akan dialihkan ke perusahaan Out Sourching, yang benar sajalah.” Terang April.
Ditambahkan April lagi, bahwa sudah satu tahun tuntutan para buruh Kopkarpel Pelabuhan BICT Belawan ini tidak dipenuhi meskipun sudah dilakukan mediasi baik dikantor dinas tenaga kerja ataupun dikantor PT.Pelindo 1 Belawan. “ sebelumnya, para buruh PT.Pelindo 1 Belawan ini, sudah, sudah melakukan aksi demo selama 12 hari, dimulai sejak tanggal 2 Januari sampai 12 Januari 2017, namun PT.Pelindo 1 Belawan tetap tidak menggubrisnya,itulah jalan satu-satunya, para buruh PT.Pelabuhan Belawan 1 tersebut didampingi oleh Korwil SBSI Sumut akan melaporkan permasalahan mereka langsung kepada Presiden Jokowi dan menteri BUMN, mengingat PT.Pelindo 1 Belawan juga salah satu perusahaan BUMN milik pemerintah. Jumat,(20/1/2017) nanti, dengan dilepas oleh keluarga para buruh, akan melakukan long march dari titik kumpul di Kantor PT.Pelindo 1 Belawan Jalan Krakatau untuk selanjutnya akan ke Jakarta dengan hanya berjalan kaki.” Ketusnya.
Arsula Gultom, Wakil Ketua Korwil SBSI Sumut, Arsula Gultom menambahkan, bahwa diharapkan perjuangan yang dilakukan oleh para pekerja PT.Pelindo 1 Belawan akan dapat membawa hasil yang mereka harapkan yakni diangkat menjadi karyawan di PT.Pelindo 1 Belawan, sesuai masa kerja mereka yang sudah belasan tahun. “ Inilah bukti ketidak mampuan pemerintah Kota Medan dan Sumatera Utara serta instansi terkait dan membela kaum pekerja buruh yang ada di provinsi Sumatera Utara ini, khususnya Kota Medan.” Pungkas Arsula Gultom.(MR/red/mar)



