Refleksi Akhir Tahun 2016 Para PK5 Masih Damai Tapi Gersang

Refleksi Akhir Tahun 2016 Para PK5 Masih Damai Tapi Gersang
Bagikan

MetroRakyat.com | MEDAN – Tahun 2016 sebaentar lagi akan berakhir, namun kondisi para pedagang kaki lima yang ada di Kota Medan masih tetap seperti dahulu yang selalu mengalami penggusuran disana-sini. Belum ada pembinaan yang tepat dari Pemerintah Kota Medan untuk membuat para pedagang kaki lima dapat berjualan nyaman dan aman di kaki lima. Sementara kita ketahui bersama, bahwa Pedagang Kaki Lima (PK5) merupakan asset Nasional dan telah berkiprah pada Tahun 1997, dimana saat itu terjadi krisis ekonomi yang menerpa Indonesia. Namun para Pedagang Kaki Lima tetap eksis berjualan di kaki lima saat itu, sampai sekarang.” Demikian dikatakan oleh AP.Luat Siahaan yang merupakan Ketua Forum Pedagang Kaki Lima (FPK5) Kota Medan, kepada MetroRakyat.com, Kamis,(29/12/2016) di Gedung DPRD Kota Medan, usai menyaksikan acara Paripurna Wakil Rakyat Daerah Kota Medan.

AP.Luat Siahaan mengingatkan agar kiranya Pemko Medan, turut berperan aktif membina dan mengarahkan para pedagang kaki lima yang ada berjualan di Kota Medan, agar dikemudian hari, para PK5 tersebut dapat diandalkan menjadi pengusaha-pengusaha tanggug dan handal.

“dengan adanya peran aktif Pemerintah Kota Medan dalam membina para PK5, kita yakin akan adapt memberikan kontribusi yang lebih untuk pembangunan di Kota Medan. Dimana saat ini Kota Medan adalah Kota Metropolitan, sehingga dibutuhkan kerjasama dari Dinas Perdagangan dan Koperasi untuk turut berperan serta membina dan mengarahkan para PK5 yang ada di Kota Medan”, ujarnya.

Dan Kepada para Pedagang Kaki Lima, AP.Luat Siahaan selaku Ketua FPK-5 menghimbau kepada  para anggotanya para pedagang yang tergabung pada FPKL-5 untuk selalu mentaati peraturan yang telah ditentukan di Kota Medan, menjaga kebersihan, dan ketertiban Lalu Lintas, karena Kota Medan adalah Rumah Kita. “ kepada para pedagang yang tergabung di FPKL-5 agar tetap menjaga ketertiban dan menjaga kebersihan lingkungannya. Jangan menjadikan lokasi dagangan menjadi sumber kemacetan, agar ditahun mendatang kondisi para pedagang yang berjualan dari berbagai latar belakang tidak lagi merasakan “Damai tapi Gersang”. Terang AP.Luat Siahaan.

Dikatakannya lagi bahwa para Pedagang Kaki Lima yang ada berjualan berasal dari warga masyarakat yang mau mandiri meskipun dimulai dengan sedikit modal. Ada pedagang yang musiman dan pedagang tetap. Mereka menjadi sentra pengangguran. “Pedagang musiman adalah pedagang temporer, contohnya, bila mana tamat SMA atau SMK namun belum bekerja di Perusahaan termasuk juga para pensiunan baik dari PNS ataupun karyawan swasta, dari pada menganggur, mereka akhirnya berdagang.” Pungkas Luat.(MR/red)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.