Kades Jungsemi :Hadirnya Pantai Indah Kemangi, Image Angker Kini Berubah
METRORAKYAT.COM, KENDAL – Program Pemerintah Desa Jungsemi, Kecamatan Kangkung,Kabupaten Kendal,Jawa Tengah. Untuk ciptakan Desa Wisata Pantai yang sudah lama dirintisnya Lima tahun yang lalu Kini Terwujud.
Butuh proses panjang untuk menghilangkan Image angker yang konon dikenal publik sangat Mistik.Namun Kini berubah, Dengan Hadirnya pantai Indah Kemangi, masyarakat berdatangan untuk berlibur.
Hal itu dikatakan, Kepala Desa Jungsemi Dasuki saat di pantai bersama Kapolsek dan Babinkamtibmas melakukan Pemantauan Warga yang berkunjung di pantai agar Patuhi Prokes.Minggu (16/5/2021).
Ia pun merasa bersyukur, konsepnya dalam memakmurkan masyarakat Desa Jungsemi melalui pemberdayaan UMKM.
Untuk itu, dalam menarik wisatawan, dirinya memberlakukan tarif yang murah terjangkaau kepada pengunjung
“Saya terharu atas kedatangan wisatawan yang sedikit banyak bisa membantu pelaku UMKM. Konsep kami tidak mengejar profit, tapi demi untuk kemakmuran masyarakat Desa Jungsemi,” ungkap Dasuki.
Ditambahkan, saat ini pihaknya membuka objek wisata PIK dari jam 06.00 sampai 16.00 WIB.
“Wisata yang disajikan adalah keindahan pantai di saat senja serta arena Permainan Anak dan Trailing,”ujar Dasuki.
Sementara itu, Kapolsek Kangkung Iptu Agus Supriyadi di lokasi PIK mengatakan, pihaknya selalu berkoordinasi dalam pemantauan pelaksanaan PPKM, khususnya di wilayah Kecamatan Kangkung.
“Kami tidak bekerja mandiri. Kami bersama-sama dengan Satgas Covid tingkat Kecamatan dan tingkat desa dalam PPKM Mikro, kita gerakkan dan sosialisasikan tentang 5 M juga juga menggiatkan 3T, singkatan testing, tracing dan treatment. Itu adalah penguatan kita dalam mencegah penyebaran Covid-19,” tandas Kapolsek.
Terkait adanya pengunjung yang melanggar prokes, dirinya menegaskan, saat ini belum ditemukan. Namun bila ada, pihaknya akan memberikan pengertian yang humanis, agar mematuhi protokol kesehatan.
“Kami sampaikan kepada pengunjung yang tidak mematuhi prokes, agar menyayangi diri sendiri dan keluarga. Mari sama-sama kita cegah penyebaran Covid-19. Agar semua kembali normal,” pungkas Iptu Agus Supriyadi.
Kapasitas pengunjung PIK 10.000 orang. Menurut data, sampai saat ini pengunjung hanya berkisar maksimal 1.000 orang atau hanya 10 persennya saja. (mr/syi)
