Reses III Tahun 2021, Dame Duma Sari Hutagalung Warga Mengeluhkan PK5 Pasar Seikambing Tumpah Ke Badan Jalan dan Minta Perbaikan Jalan Kapten Muslim
METRORAKYAT.COM, MEDAN – Anggota DPRD Kota Medan, Dame Duma Sari Hutagalung,SE melaksanakan kegiatan Reses III Tahun 2021 yang ditempatkan di Jalan Beringin II No.77 Kelurahan Helvetia Kecamatan Medan
Helvetia, Senin, (10/5). Duma ingin pelaksanaan Reses III tersebut dapat menampung dan menyerap keluhan dari warga Dapil I kota Medan tersebut. Turut diundang perwakilan dari Dinas Sosial, Linda S, Perwakilan dari Dinas Kesehatan Puskesmas Helvetia, Remana Setiawan, Dinas Dukcapil, Sri Hanfiah, dan Dinas Kebersihan, Laila Rohma Julian dan Fahli Pohan,ST.
Pada sesi tanya jawab yang berlangsung, Budi Munthe, warga Jalan Kapten Muslim kepada wakil rakyat dari Dapil I tersebut mengaku sangat kesal akibat ulah para pedagang kaki lima (PK5) pasar Sikambing yang berjualan sampai ke badan jalan.
Dampaknya, sering terjadi kemacetan di sekitar mulai dari simpang lampu merah Jalan Gatot Subroto/Jalan Kapte Muslim sampai ke Jalan Gang Jawa. Kemacetan diakibatkan ruas badan jalan semakin mengecil dikarenakan para PK5 meletakkan jualannya sampai kebadan jalan. Belum lagi petugas parkir yang turut menimbulkan kemacetan.
” Biasanya kemacetan akan terjadi pada jam 6.30 WIB sampai jam 17.00 WIB. ketika para pedagang masih berjualan. Petugas parkirnya juga tidak mampu menata kenderaan baik roda dua dan roda empat ketika parkir, menambah kemacetan, jadi kami mohon kiranya Pemko Medan dapat turun melakukan penataan terhadap PK5 dan parkir,”ujarnya.
Roni Purba dan Rotua Sinambela, warga Perumnas Helvetia meminta agar Dinas Pertamanan merabas pohon-pohon yang ada di sepanjang Jalan Matahari Raya termasuk di depan Kantor Pos Helvetia, sebab sudah sangat rimbun dan lebat.
“Kami kawatir ketika angin kencang dan hujan pohon akan tumbang menimpa pengendara atau warga dibawahnya,”ujarnya.
Sementara itu, Ade, warga Jalan Beringin 2 ingin mendapatkan Kartu Indonesia Pintar bagi anaknya disekolah. “Selama ini saya sangat kesulitan ekonomi dan ingin sekali mendapat bantuan dari pemerintah mengenai untuk membantu biaya sekolah anak saya dengan program KIP, bagaimana cara mendapatkannya,”tanya dia.
Menjawab keluhan dari warga tersebut, Dame Duma Sari Hutagalungpun menjelaskan, itulah penting dilaksanakannya Reses anggota DPRD Kota Medan untuk dapat turun langsung bertemu warga di dapil masing-masing mendengarkan keluhan dan menyerap aspirasi.
” Untuk kemacetan yang terjadi di Jalan Kapten Muslim diakibatkan PK5 dan Parkir, ini menjadi masukan bagi kami dan segera usai lebaran akan kami kordinasikan kepada Satpol PP kota Medan, bagaimana agar pedagang tidak dilarang berjualan namun jangan sampai mengganggu fasilitas umum apalagi sampai mengganggu pengguna jalan lainnya,”ujar Duma.
Menjawab pertanyaan Ade, Linda S dari Dinas Sosial mengatakan untuk mendapatkan bantuan KIP, pertama, harus ada surat pengajuan yang dikeluarkan sekolah kemudian diserahkan ke kepala lingkungan dan Lurah untuk selanjutnya diteruskan ke Dinas Sosial.
“Dinas Sosial akan turun melakukan survey apakah, benar anak tersebut tergolong pada ekonomi rendah, selanjuntya akan diproses ke pusat untuk didaftarkan sebagai penerima KIP,”ujarnya.
Ditambahkan Linda lagi, saat ini pemerintah sudah memberlakukan sistem DTKS yakni Data Terpadu Kesejahteraan Sosial. Sehingga semua data warga yang penerima bantuan harus dimasukkan ke dalam DTKS dan juga Identitas Data Basis Terpadu (IDBT). ” Jadi jika warga miskin tersebut tidak ada masuk dalam daftar DTKS dan IDBT maka sampai kapanpun warga tersebut tidak akan mendapatkan bantuan. Untuk itu, kepada warga agar segeralah mendaftarkan data diri nya ke kepala lingkungan masing-masing agar segera didata dan dimasukkan ke DTKS dan IBDT,”ujarnya.
Untuk pohon-pohon yang sudah diangap mengganggu masyarakat sekitar, Dame Duma Sari mengatakan akan segera menindaklajutinya dengan meminta kepadas Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Medan untuk melakukan pemangkasan pohon-pohon yang sudah menggangu di lokasi yang diminta oleh warga perumnas Helvetia tersebut.
Diakhir pelaksanaan reses III Tahun 2021 nya tersebut, Dame Duma Sari Hutagalung juga meminta kepada seluruh warga masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan dan mengikuti protokol kesehatan secara tertib, sebab, wilayah Kecamatan Medan Helvetia sudah masuk dalam zona merah, dimana warga masyarakatnya sudah banyak terpapar Covid-19.
“Sesuai data yang ada diketahui oleh saya,bahwa saat ini sudah ada sebanyak 268 orang warga Helvetia terpapar Covid-19, ini jangan dianggap main-main. Untuk itu, selalu rajin memakai masker ketika akan keluar rumah, rajin mencuci tangan di air mengalir, dan membatasi kerumunan. Kita tidak tahu apakah terkena Orang Tanpa Gejala (OTG) atau memang sudah terpapar, sayangi diri sendiri dan keluarga di rumah agar terhindar dari virus Covid-19,”tegas politisi dari Partai Gerindra Kota Medan yang duduk di Komisi IV DPRD Kota Medan.(mr/wan)



