Banyak Rumah Retak Diduga Dampak Pembangunan Gudang di Sei Rampah
METRORAKYAT.COM, SERGAI – Proyek pembangunan gudang yang saat ini masih berjalan dan dikerjakan oleh PT.Niagatama Kencana yang berlokasi di Dusun VIII, Desa Sei Rampah, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) berdampak negatif bagi lingkungan warga sekitar.
Diduga akibat dampak pembangunan gudang tersebut banyak bangunan rumah warga sekitar kawasan proyek itu mengalami retak dan rusak akibat alat berat yang keluar masuk. Selain itu juga lingkungan warga sering mengalami kebanjiran setiap kali hujan turun. Padahal sebelum proyek gudang tersebut dibangun banjir akibat hujan jarang terjadi.
Samsulizar salah satu warga sekitar, Minggu sore (11/4/2021) kepada wartawan mengeluhkan keberadaan pembangunan gudang tersebut. Pasalnya, sejak dilaksanakannya proyek pembangunan gudang itu, warga sekitar sangat resah.
“sebab dinding rumah kami banyak yang retak-retak semenjak proyek ini berjalan,” bilangnya.
Ia juga menuturkan, rumah tempat kami beristirahat juga sudah tidak nyaman lagi, dimana-mana ruangan kebanjiran. Dan sekarang ini hujan rintik saja air sudah melimpah karena adanya penyekatan bangunan, sehingga air tidak lancar lagi mengalir ke hulu sungai dibelakang gudang tersebut.
“Kami warga sekitar sudah melakukan unjuk rasa kepada pihak perusahaan, agar segera membangun saluran air dan memperbaiki rumah kami yang rusak akibat alat berat proyek, tapi belum ada penyelesaian sampai hari ini,” ungkapnya.
Untuk itu tambahnya, kami minta kepada Bapak Bupati Serdang Bedagai, khususnya pihak berkompeten agar turun tangan menyelesaikan permasalahan ini, apa lagi saat ini masa sulit pandemi Covid-19 dan menjelang bulan puasa.
“Sangat diharapkan Bupati Serdang Bedagai berkenan menertibkan pembangunan itu agar rumah kami tidak kebanjiran terus,” harapnya.
Hal yang sama juga disampaikan Khairil Nasution warga yang sama menuturkan rumahnya juga mengalami kerusakan retak pada dinding.
“Sampai saat ini belum ada solusi dari pihak perusahaan, saya takut jika ini dibiarkan saja, maka rumah saya bisa roboh,” ujarnya.
Selanjutnya Farida juga mengatakan rumahnya yang baru saja direnovasi sudah mengalami retak-retak pada beberapa titik dinding rumahnya.
“Sudah rumah saya rusak, setiap hujan banjir pula. Jangan kalian yang untung kami warga sekitar yang buntung,” ungkapnya kesal.(MR/AZMI)
