Pilihan Sinodistan Akan Dipertanggungjawabkan kepada Tuhan
METRORAKYAT.COM, MEDAN – Sidang Majelis Sinode (SMS) ke-36 Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) akan dilaksanakan secara virtual pada 15-18 April 2021. Hajatan limatahunan tersebut akan membahas garis besar pelayanan GBKP sekaligus periodesasi pengurus Moderamen masa bakti 2020-2025.
Mantan Ketua Moderamen Pdt MP Barus yang diwawancarai, memberikan sejumlah pandangan serta komentar seputar SMS tersebut kepada wartawan Jenda Bangun. Inilah petikannya.
Jenda Bangun: Sebagai mantan Ketua Moderamen GBKP, secara umum perbedaan apa yang mencuat saat ini di Moderamen dibanding periode bapak?
Pdt MP Barus: Perbedaan yang menonjol saat ini dibandingkan dengan periode kepemimpinan saya, yang pertama adalah bahwa SDM yang ada di Moderamen pada masa saya lebih dewasa, baik dari segi usia maupun pengalaman. Saya sebagai Ketua Umum dan Pdt. Simon Tarigan sebagai Sekretaris Umum sudah cukup matang dalam usia maupun pengalaman di bidang organisasi dan juga kerohanian. Demikian juga Ketua-ketua Bidang, hampir semuanya adalah orang yang berpengalaman. Pada saat ini boleh dikatakan cukup muda dan hampir semuanya sebaya. Memimpin teman-teman sebaya tentu berbeda dari pada memimpin orang yang lebih muda dari kita.
Jenda Bangun: Lalu, secara khusus hal apa yang sangat memerlukan pembenahan ke depan?
Pdt MP Barus: Juga menyesuaikan pelayanan dengan kondisi Pandemic seperti sekarang ini. Tantangan bagi pelayanan sekarang lebih berat dari pada masa kepemimpinan saya. Waktu itu yang paling nyata dalam dampak sosial adalah Erupsi Sinabung, tapi itu hanya bersifat lokal. Yang sekarang ini semuanya bersifat global.
Jenda Bangun: Sumber Daya Manusia (SDM) selalu menjadi bagian penting dalam memajukan organisasi, bagaimana pendapat Bapak dikaitkan SDM GBKP saat ini?
Pdt MP Barus: SDM GBKP saat ini mayoritas adalah generasi muda. Karena itu mereka sebenarnya dari satu sisi sangat potensial untuk mengembangkan pelayanan secara kreatif dan inovatif. Dan secara organisasi sebenarnya GBKP sudah cukup stabil baik di tingkat Moderamen, Klasis dan Runggun, tinggal bagaimana pendeta-pendeta muda ini dapat mengemasnya sehingga adaptif terhadap kebutuhan jaman.
Jenda Bangun: Bapak cukup lama berada di Jerman dalam rangka kerjasama pelayanan, bagaimana hubungan GBKP dengan Jerman saat ini?
Pdt MP Barus: Hubungan GBKP dengan Jerman saat ini cukup baik, dan juga pasti masih akan terpelihara dengan baik karena di koordinir oleh UIM di Wuppertal, dan masing-masing partner GBKP ada Komisi yang khusus mengurus hubungan dengan GBKP. Pada waktu saya bekerja di sana hubungan ini bisa dikuatkan dengan kehadiran saya di tempat mereka. Sekarang ada Pendeta GBKP yang bekerja di Jemaat Herford, dan sebagian tugasnya juga untuk UIM ini. Jadi hubungan dengan Jerman akan terpelihara dengan baik.
Jenda Bangun: Dalam kondisi sekarang apakah kerja sama dengan pihak luar negeri adalah solusi alternatif dalam mengatasi sejumlah problem di manajemen GBKP?
Pdt MP Barus: Kerja sama dengan pihak luar negeri bisa menguatkan kita karena kita bisa belajar dari pengalaman mereka, mereka juga belajar dari kita. Mengatasi problem di management GBKP saya lihat bisa diatasi oleh GBKP sendiri, dan sudah pasti pihak luar tidak akan pernah mencampurinya. Untuk itu saya pikir kita sudah cukup dewasa menanganinya sendiri.
Jenda Bangun: Data yang tersebar, hampir 40 persen klasis mengalami problem anggaran / keuangan. Menurut Bapak apa penyebab hal ini?
Pdt MP Barus: Penyebab mengapa hampir 40% Klasis mengalami anggaran dan keuangan, menurut saya adalah karena banyaknya pemekaran Klasis beberapa tahun terakhir ini, sehingga Klasis baru dan yang mekar secara anggaran lebih lemah, sementara pengeluaran untuk biaya operasional Klasis semakin banyak. Dan satu tahun terakhir ini tentu karena Pandemi Covid-19, yang menimpa seluruh dunia termasuk keuangan Gereja.
Jenda Bangun: April 2021, akan dilangsungkan Sidang Sinode GBKP, bagaimana pandangan Bapak soal hajatan limatahunan tersebut?
Pdt MP Barus: Sidang Sinode pada bulan April 2021 ini tentu sangat penting bagi GBKP, karena di situ akan diputuskan Garis Besar Pelayanan GBKP untuk masa kerja 5 tahun. Juga tentunya keputusan penting lainnya.
Jenda Bangun: Menurut Bapak, sosok pimpinan yang dibutuhkan GBKP dalam menghadapi 5 tahun ke depan?
Pdt MP Barus: Sosok pimpinan yang dibutuhkan GBKP dalam pelayanannya 5 tahun ke depan: a) Memiliki wawasan luas, b) memiliki visi yang jelas tentang arah GBKP sesuai Tata Gereja dan Alkitab, c) kemampuan berteologi yang mumpuni dalam menjawab tantangan jaman, d) bersifat mengayomi, e) berani bertindak tegas tapi juga fleksibel f) sebagai bapa rohani bagi jemaat dan para pendeta, g) mengenal budaya Karo dan sifat-sifat orang Karo, h) kemampuan dalam bidang management SDM, i) bisa menjadi teladan bagi para pendeta dan jemaat. j) mempunyai disiplin yang tinggi. k) memiliki track record yang baik dalam pelayanannya selama bekerja sebagai pendeta, dan lain-lain.
Jenda Bangun: Boleh Bapak sebutkan satu atau sejumlah nama SDM yang mendekati kriteria bakal calon ketua moderamen GBKP?
Pdt MP Barus: Saya merasa tidak etis menyebutkan nama kepada publik siapa saja yang memenuhi / mendekati kriteria yang disebutkan di atas. Pasti tidak ada yang sempurna, tapi kita bisa melihat siapa saja yang paling banyak memenuhi syarat-syarat yang ada.
Jenda Bangun: Apa saran dan masukan Bapak buat sinodistan?
Pdt MP Barus: Saran saya kepada para sinodistan: a) lebih takut kepada Tuhan dari pada kepada manusia, b) sungguh-sungguh dan tulus dalam mengikuti sinode, karena apa yang diputuskan di sana akan menentukan selama 5 tahun pelayanan GBKP, c) dalam memilih pengurus Moderamen, para sinodistan berpikirlah hanya kepada kepentingan pelayanan GBKP, bukan kepada orangnya, sehingga setiap sinodistan berpikir tentang siapa yang paling memenuhi kriteria untuk kepentingan Gereja Tuhan. d) siapa yang sinodistan pilih sebagai pemimpin Gerejanya akan dia pertanggungjawabkan kepada Tuhan sang pemilik Gereja. (MR/JB)
