Polres Tapteng Fasilitasi Pertemuan Supir Angkot Dengan PT PP
MetroRakyat.com | TAPANULI TENGAH — Kepolisian Resort (Polres) Tapanuli Tengah, fasilitasi pertemuan antara pengemudi angkutan desa (angdes) dengan Pihak PT Pembangunan Perumahan (tbk), rekanan pelaksana pembangunan jalan nasional Sibolga – batas Tapsel. Pertemuan digelar untuk menindaklanjuti aspirasi pengemudi angdes jurusan Sibolga – Sibabangun, yang mengeluhkan lambannya pembangunan dan peningkatan jalan Sibolga – batas Tapsel. Apalagi kondisi jalan saat ini sepertinya sudah tidak layak dilalui oleh kenderaan, baik roda dua maupun lebih.
Dalam pertemuan itu terungkap, kondisi jalan yang rusak parah, ditambah aktivitas karyawan PT PP yang dinilai tidak profesional, membuat pengemudi angdes merasa dirugikan. Disamping mendapatkan penghasilan yang tidak memadai, mobil yang mereka bawa selalu mengalami kerusakan saat melewati jalan yang dihiasi lobang – lobang menganga. “Dengan kondisi Jalinsum Sibolga -Sibabangun seperti saat ini penghasilan para supir angdes menjadi turun drastis, bahkan terkesan merugi. Selama ini kita dalam satu hari dapat mengejar empat sampai lima trip, saat ini paling-palingh hanya bisa dua trip. Belum lagi kenderaan yang selalu rusak, saat dioperasikan,” kata Hasudungan Tampubolon, yang mewakili supir angkot.
Dipaparkannya, dengan kondisi jalan yang rusak parah, supir angkot terpaksa pelan -pelan mengemudikan kendaraannya. Akibatnya, dalam satu hari teripan yang di dapat cuma dua kali. Secara otomatis pendapatan juga akan semakin menurun. Menurut Hasudungan jika kondisi ini terus berlanjut, para supir angdes akan mati pelan-pelan. Sebab, disamping rentan dengan kerusakan, pengguna jasa angdes sudah tidak nyaman untuk menaiki mobil angkutan dan beralih dengan mengunakan jasa sepeda motor. Otomatis kuta tidak mendapatkan penumpang lagi,” keluhnya.
Masih kata Hasudungan, sebagai rekanan, PT PP terkesan bermain – main dan tidak profesional. Sebagai pihak yang dirugikan, pengemudi angkot meminta agar PT PP meningkatkan eots kerja dalam menangani perbaikan jalan Sibolga – batas Talsel. “Sebelum ada perbaikan yang permanen, kita minta jalan rusak dan berlubang – lubang agar di timbun. Jalan yang rusak tidak diperbaiki, merupakan sebuah pelecehan terhadap masyarakat dan pengemudi angkutan. Jika permohonan ini tidak diindahkan, kami akan melakukan aksi mogok,” tegas Hasudungan.
Menyikapi aspirasi pengemudi angkot, Rudi Setiawan, perwakilan dari PT PP berjanji akan segera menimbun jalan berlubang sepanjang lokasi pekerjaan mereka. Dijelaskannya, banyak faktor yang mengakibatkan lambannya pekerjaan pembangunan jalinsum Sibolga – batas Tapsel, seperti kondisi cuaca, speck material yang tidak sesuai spesifikasi dan pembebasan lahan. “Kami juga mengerti apa yang dikeluhkan bapak -bapak. Disamping faktor cuaca, kita juga terkendala masalah pembebasan lahan. Hingga saat ini lahan untuk pembuatan parit baru sepanjang 14 km yang bebas,” ujar Rudi, sembari menegaskan maslah pembebasan lahan adalah gawenya Satker PPK 12 CS.
Namun walaupun begitu, ucap Rudi, pihaknya akan segera menindaklanjuti aspirasi pengemudi angkot, dengan menutup lubang – lubang yang menganga disepanjang jalan secara berkesinambungan. Musyawarah yang digelar di aula pertemuan Mapolres Tapteng turut dihadiri Kasat Intelkam AKP Robert Simbolon, Kaurbin OPS Sat Intelkam Aipda OS Colia Sembiring dan Kanit IV Kamneg Sat Intelkam Bripka Benny Sihombing. (Remember/MR).
