Orangtua Murid Pertanyakan Surat Terkait Belajar Tatap Muka Dari Sekolah
METRORAKYAT.COM, MEDAN – Para orang tua murid mempertanyakan sikap Pemko Medan dan Dinas Pendidikan Kota Medan menyangkut rencana belajar tatap muka mulai Januari 2021 mendatang menyusul adanya surat persetujuan orangtua siswa yang disodorkan pihak sekolah saat penerimaan rapor semester.
Keluhan orang tua siswa itu terungkap dalam Reses Anggota DPRD Medan Antonius Devolis Tumanggor,SSos, Senin kemarin di Jalan Karya Mesjid Sei Agul Kecamatan Medan Barat.
Salah seorang warga Situmorang merasa khawatir dengan rencana belajar tatap muka karena sampai sekarang masih pandemi Covid-19.
“Kita pertanyakan kepada Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan, apakah sudah ada kebijakan tentang belajar tatap muka itu,”ujar Pak Situmorang yang mengaku juga mendapatkan surat dari sekolah ketika mengambil rapot anaknya.
Dituturkannya bahwa saat pengambilan rapor semester, dia disodorkan formulir isian oleh pihak sekolah tentang kesediaan anaknya belajar tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan.
“Itu bagaimana pak sementara masih suasana pandemi Covid-19. Siapa nanti yang bertanggungjawab jawab,”ujarnya seraya menambahkan keluhan bahwa segala kewajiban harus dilunasi kalau mau ikut belajar tahun depan
sementara itu, di sekolah swasta lain juga menerapkan hal yang sama dengan mengisi formulir persetujuan orang tua bermetereai Rp6.000,”keluh bapak Situmorang.
Anehnya, dalam formulir yang sudah diformat itu, tidak ada satu kata sudah mendapat persetujuan dari para pihak yayasan ataupun dari Pemko Medan dan Dinas Pendidikan Medan. Meskipun informasi terkait belajar tatap muka ini sudah diketahui, namun banyak orangtua yang masih kawatir ketika nantinya anak-anak mereka memulai untuk belajar tatap muka di sekolah, dan ketika juga ada murid yang terpapar virus Corona (Covid-19), maka siapa yang akan bertanggungjawab.
Para orangtua murid berharap agar permasalahan ini tidak menimbulkan keresahan dikalangan orangtua murid, maka, perlulah Pemko Medan melalui dinas Pendidikan Kota Medan segera menyikapinya.
Sementara, para kepala sekolah swasta di Kota Medan baik dari tingkat dasar dan menengah untuk mempertimbangkan kembali rencana melakukan belajar tatap muka siswa pada tahun ajaran baru di bulan Januari 2021 mendatang.
Surianto, dari Dinas Dinas Pendidikan Kota Medan mengatakan pihak sekolah swasta seharusnya menanggapi apa yang dikatakan oleh Menteri Pendidikan tentang belajar tatap muka dari sisi keamanan, dan kepantasan.
“Kita harus melihat terlebih dahulu, apakah daerah kita sudah benar- benar steril dan dipastikan/dijamin bahwa pandemi Covid-19 sudah tidak ada lagi. Himbauan Menteri Pendidikan itu bukan keharusan, namun hanya berupa himbauan yang bisa saja dilakukan ataupun tidak dilakukan jika memang situasi di suatu daerah tertentu itu belum bisa dikatakan terbebas dari pandemi Covid-19. Namun jika positip bersih dan terbebas dari Covid-19, silahkan saja dilakukan belajar tatap muka, asal tetap mengikuti aturan protokol kesehatan, seperti memakai masker, mencuci tangan, memeriksa suhu tubuh dan menjaga jarak,” ujarnya, Selasa(22/12/2020).
Dalam proses belajar mengajar di saat pandemi Covid-19, sambubgnya, Kementerian Pendidikan juga ada memberikan paket internet bagi siswa, hal ini disebabkan, tidak semua orangtua siswa itu mampu untuk membiayai anaknya paket internet, sebab, ada juga orangtua siswa yang terkena PHK akibat dampak Covid-19.
Menanggapi kekhawatiran warga tersebut, Antonius Tumanggor mendesak pihak Dinas Pendidikan Medan membuatkan surat resmi agar jangan sampai ada sekolah yang melaksanakan belajar tatap muka tanpa persetujuan dari Dinas Pendidikan.
Bila ada yang nekad, cabut saja izin operasionalnya karena pandemi Covid-19 sudah merupakan kasus yang serba kompleks,”terang Antonius.
Antonius Tumanggor juga meminta agar dinas pendidikan kota Medan segera mengambil sikap tegas dengan mengeluarkan surat resmi apakah belajar tatap muka sudah bisa dilaksanakan atau tidak. Ini untuk menghilangkan keresahan pada para orangtua siswa yang masih kawatir dengan kondisi pandemi Covid-19 yang belum diketahui kapan akan berakhir.(mr/wan)



