BI Bersama Pemerintah Optimis Pemulihan Ekonomi Indonesia 2021
METRORAKYAT.COM, MEDAN – Gubernur Bank Indinesia bersama Pemerintah merasa optimis malakukan pemulihan perekonomian Indonesia tahun 2021.
Hal tersebut diakui Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyatakan bahwa prospek ekonomi Indonesia akan tumbuh semakin baik di Tahun 2021.
“Optimisme lanjutnya, perlu dilakukan sinergitas bersama pemerintah untuk membangun serta memperkuat semangat ke seluruh stakeholdhers, mulai dari pemerintah, perbankan, investor, komisi 11 DPR, Akademisi.
“Melalui sinergi dimungkinan perekonomian nasional akan tumbuh kembali menuju Indonesia lebih sejahtera,” papar Perry disela-sela Pertemuan Tahunan Bank Indonesia Tahun 2020 secara virtual youtube, Kamis (3/12/2020).
Sinergi yang dilakukan sebagai upaya untuk melakukan pemulihan perekonomian nasional.
Tentu prospek tersebut telah terlihat dalam upaya kebijakan makroprudensial serta kegiatan akomodatif di tahun 2021.
Namun secara generasio konsentrasi ke Clover akan tetap dipertahankan 0%, rasio intermediasi makroprudensial berada di kisaran 84 hingga 94% dan rasio likuiditas perbankan senilai 6%.
Pemerintah bersama KSSK akan terus mempertemukan perbankan serta dunia usaha untuk mendorong kredit juga pembiayaan di sektor usah sebagai prioritas mendorong UMKM dalam pengembangan sekuritisasi kredit UMKM yang akan memperkuat stabilitas sistem keuangan.
Disisi lain juga akan mempercepat digitalisasi ekonomi dan keuangan lewat implementasi untuk mencapai 12 juta UMKM teregister digital secara nasional di 2021.
“Sedangkan digital banking tetap mendorong standarisasi di open application programming interface yang akan membuat interlink antara digital banking dengan internet sehingga lebih mampu melayani kebutuhan masyarakat,” paparnya.
Selain itu Perry memberikan paparnnya, bahwa sebagai infrastruktur pembiayaan ritel secara real-time serta operasi secara terus menerus melakukan operasi. Untuk bantuan sosial transportasi dan transaksi keuangan Pemerintah daerah (Pemda) terus ditingkatkan, dan meluncurkan reformasi regulasi di bidang sistem pembayaran dalam mendorong industri lebih berkembang inovasi adaptif teknologi dan tangguh mendukung akselerasi Ekonomi keuangan digital secara efisiensi melalukan pengelolaan nilai uang Rupiah ke seluruh wilayah NKRI lebih ditingkatkan.
Infrastruktur pasar uang multi matching elektronik trading platform dan lembaga Central counter party derivatif akan mulai beroperasi tahun 2021.
“Namun terus dikembangkan agar pasar uang meningkat lebih efisien dan mendukung penurunan suku bunga instrumen”, cetusnya.
Instrumen pembiayaan terus didukung dalam pengembangan Ekonomi keuangan syariah dan UMKM ekonomi yang dikembangkan lewat Sinergi komite nasional Ekonomi keuangan syariah, pondok-pondok pesantren, asosiasi pengusaha dan para penggiat ekonomi syariah.
“Kami bersinergi sangat erat dengan Kementerian lembaga terkait, pemerintah daerah, lembaga keuangan dan para penggiat usaha program UMKM. Mereka itu diarahkan pada klasterisasi kapasitas kewirausahaan dan pembiayaan digital,” terang Perry.
Di kesempatan itu, Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Wiodo yang turut hadiri secara live youtube menyatakan, bahwa momentum pertumbuhan yang positif ini tentu harus terus kita jaga bersama dan kita harus tetap hati-hati, tidak boleh lengah dan tetap harus disiplin menerapkan protokol kesehatan.
“Maka dari itu, Jokowi mewanti agar waspada dan jangan sampai terjadi gelombang yang kedua yang akan sangat merugikan upaya dan pengorbanan yang telah kita lakukan,” pintanya.
Jokowi pun menegaskan agar fokus untuk bergerak ke depan fokus pada upaya-upaya untuk keluarga dalam masa pandemi. Akan tetapi jelasnya, pemerintah telah mempersiapkan pasien dan program vaksinasi dengan cermat agar Indoneaia bisa bangkit dan mulainya.
“Dan akan terus bergerak cepat karena masih banyak pekerjaan rumah yang belum kita selesaikan. Besarnya jumlah pengangguran akibat PHK di masa pandemi Covid-19, sehingga masih menghadapi besarnya angkatan kerja yang memerlukan lapangan pekerjaan,” ungkap dia.(mr/jb-rumapea)
