PDRB Sumut Triwulan III 2020 Senilai 2,60 Persen, Sumatera 23,82 Persen
METRORAKYAT.COM, SUMUT – Menurut data Badan Pusat Statistik Sumut (BPS), pertumbuhhan ekonomi Sumut pada Triwulan III – 2020 Alami Kontraksi senilai 2,60 Persen, untuk Pulau Sumatera 23,82 persen.
Dimana pertumbuhan perekonomian tersebut berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku triwulan III-2020 mencapai Rp204,60 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp133,90 triliun, demikian paparan Kabid Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Sumut, Taulina Anggarani lewat live streaming youtube, Jumat (6/11/2020).
“Bahwa perekonomian Sumut di triwulan III-2020 terhadap triwulan III-2019 mengalami kontraksi senilai 2,60 persen (y-on-y). Kalau dari sisi produksi, Lapangan Usaha Transportasi serta Pergudangan mengalami kontraksi peningkatan tertinggi yakni senilai 17,87 persen,” terang Taulina Anggarani.
Lanjut Taulina menyebutkan, dari sisi pengeluaran, Ekspor Barang maupun Jasa merupakan komponen dengan kontraksi pertumbuhan tertinggi senilai 14,36 persen.
Dimana pertumbuhan ekonomi Sumut triwulan III-2020 terhadap triwulan II-2020 meningkat senilai 3,13 persen (q-to-q). Akan tetapi di sektor produksi, pertumbuhan didorong oleh semua lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi di Lapangan Usaha Transportasi juga Pergudangan senilai 5,62 persen, pungkas Taulina.
Sedangkan dari segi pengeluaran menurut Taulina, peningkatan disebabkan adanya pertumbuhan seluruh komponen, pertumbuhan tertinggi berada pada komponen Ekspor Barang maupun Jasa senilai 10,16 persen. Pertumbuhan perekonomian sampai pada triwulan III-2020 mengalami kontraksi senilai 0,27 persen (c-to-c).
Untuk sektor produksi, kontraksi pertumbuhan tertinggi pada posisi Lapangan Usaha Transportasi dan Pergudangan sebesar 11,35 persen.
Kemudian untuk pengeluaran, kontraksi pertumbuhan tertinggi di posisi Komponen Ekspor Barang maupun Jasa sebesar 11,73 persen.
Sementra struktur perjalanan ekonomi di Pulau Sumatera secara spasial pada triwulan III-2020 didominasi beberapa Provinsi yaitu Provinsi Sumut memberikan kontribusi terbesar terhadap PDRB di Pulau Sumatera senilai 23,82 persen, Riau sebesar 21,82 persen, Sumatera Selatan (Sumsel) sebesar 13,77 persen terakhir daerah Lampung senilai 10,95 persen.
“Namun kontribusi terendah berada pada Provinsi Bengkulu senilai 2,17 persen. Ini merupakan persentase dari PDRB di Pulau Sumatera,”tutupnya. (MR/JB Rumapea)
