Bupati Toba Tabrak Sendiri Perbup Yang Diterbitkan Nya

Bupati Toba Tabrak Sendiri Perbup Yang Diterbitkan Nya
Bagikan

METRORAKYAT.COM, TOBA – Bupati Toba Darwin Siagian menabrak sendiri Perbup yang telah ditandatanganinya. Darwin Siagian melakukan Rapat Koordinasi (Rakor) dengan mengumpulkan jajaran pejabat eselon 2 dan eselon 3 dilingkungan Pemkab Toba, Jumat (25/09/20) di Balai Pendopo Kantor Bupati.

Rakor tersebut dinilai tidak memenuhi unsur protokol kesehatan. Sebelumnya Bupati telah menerbitkan Perbup no 43 Tahun 2020 tertanggal 25 Agustus 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian corona virus disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Toba.

Dalam Perbup itu disebutkan masyarakat wajib melakukan 4M yaitu Memakai Masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, Menghindari Kerumunan.
Acara dimulai sekitar pukul 10.00 WIB. Setelah memberikan kata sambutan, Darwin Siagian keluar dari pendopo menemui beberapa orang wartawan yang sedang memantau diluar pendopo didampingi Kadis Infokom Lalo Hartono Simanjuntak dan Kabag Humas Robinson Siagian.

Sebelumnya seorang staf Humas Pemkab Toba berupaya untuk menjauhkan wartawan dari lokasi dengan alasan bahwa kegiatan tersebut adalah Rapat Tertutup. “Ada yang mau diwawancarai sama Pak Bupati?” tanya Lalo Hartono kepada wartawan.

Setelah wartawan menyiapkan kamera masing-masing dalam posisi wawancara, Darwin Siagian langsung menjelaskan bahwa kegiatan tersebut adalah rapat koordinasi, bukan berkaitan dengan Pilkada. “Jadi tolong ditulis dengan baik, bahwa kegiatan ini murni rapat koordinasi dan tidak ada hubungannya dengan pencalonan” jelas Darwin.

Dijelaskan Darwin bahwa Rakor ini dilaksanakan sekaitan dengan pekerjaan Pemkab Toba. Juga untuk mempersiapkan RAPBD Kabupaten Toba tahun 2021. Agar tetap dikerjakan oleh jajaran Pemkab Toba dengan baik karena Darwin Siagian sebagai Bupati akan cuti sejak tanggal 26 September 2020. “Dan kami akan keluar dari rumah dinas, karena tidak akan menggunakan fasilitas negara dalam hal pencalonan” terang Darwin.

Namun sebenarnya yang ingin ditanyakan wartawan adalah soal kegiatan rakor yang tidak mematuhi protokol kesehatan. Selanjutnya beberapa wartawan mempertanyakan bagaimana dengan Perbup no 43 tahun 2020 sehubungan dengan rakor yang dilaksanakan. Karena dari amatan wartawan, para peserta rapat tidak melakukan jaga jarak, tidak terdapat fasilitas mencuci tangan. Adapun fasilitas cuci tangan berada didepan rumah dinas bukan diarea rakor. Dan tabung air cuci tangan didepan rumah dinas Bupati segera dihubungkan dengan selang air setelah selesai acara wawancara.

Ditanya soal Perbup no 43 tahun 2020, Darwin siagian mengatakan bisa diperbaiki nanti. Agar situasi rapat dibenerin dan jaraknya diatur sesuai protokol kesehatan. “Terimakasih sarannya, kita sepakat itu karena covid sekarang semakin berkembang, jadi akan kita perbaiki nanti,” pungkas Darwin. (MR/LM)

Tonton Video Arung Jeram di bawah ini:

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.