Mutia Garden Restoran, Tampilkan Konsep Eco Green Bagi Pengunjung
METRORAKYAT.COM, MEDAN – Legal And PR Mutia Garden Restoran, Josep Samuel yang mewakili pimpinan dari perusahaan dibawah PT.Mugen Development mengatakan hadirnya restoran Mutia Garden ditengah pandemi CVID-19 saat ini memang sangat menguras tenaga, selain masih baru, dan belum banyak yang mengenal, usaha restoran yang sudah 60 persen harus berjalan.
Resrotan yang menggunakan land scape ke aslian alam dengan 8 0 persen material bangunan terbuat dari batang Bambo dan rumbia yang didesain dengan berbagai jenis pohon-pohonan ini diyakini mampu menjadi daya tarik tersendiri bagi setiap pengunjung yang datang untuk menikmati berbagai kuliner dan minuman yang tersedia di rumah makan yang masuk kategori unik tersebut.
Saat menerima kunjungan silahturahmi puluhan awak jurnalis di restoran tersebut, Selasa (14/7/2020). Josep mengaku, saat ini akibat kondisi ekonomi yang kurang membaik dampak dari pandemi COVID-19, meski lambat, namun Restoran Mutia Garden yang berlokasi di Jalan Cut Mutia Kelurahan Madrash Hulu, Kecamatan Medan Polonia ini, tetap eksis menjalankan bisnis kulinernya.
” Dimana kita ketahui bersama, kondisi bisnis baik di dalam negeri maupun luar negeri terdampak akibat COVID-19, yang membuat kami juga harus terus berjuang, mudah-mudahan atas kunjungan Bapak/Ibu sekalian lewat media dapat memberikan dukungan moril kepada kami untuk lebih semangat, sekali lagi terimakasih, ujar Joseph.
Untuk masalah pohon yang sempat menjadi sorotan komisi IV DPRD kota Medan, kata Joseph, ada miskomunikasi yang terjadi. ” sebenarnya, konsep pohon yang akan ditanam kembali sudah menjadi program khusus dari manajemen kami, dimana kami ingin mencontohkan jenis pohon Tabebuya asal Surabaya tumbuh pertama di Jalan Cut Mutia Kota Medan, Ini jenis Tabebuya warna Pink. Cocok lah di daerah iklim seperti kota Medan yang tropis,” ujarnya.
Joseph menambahkan kalau untuk konsep taman, pihak managemen restoran Mutia Garden memiliki konsep Eko Green, artinya bagaimana agar terlihat ASRI, dengan tumbuhnya pohon-pohon seperti pohon kamboja, pohon Tabebuya dan lainnya.
” Saat ini masih mencocokkan dulu tanaman ini di kota Medan.Kami dari Mutia Garden Restoran ingin mencontohkan konsep ini di kota Medan, mudah-mudahan cocok dan dapat dicontoh di Kota Medan,” harap Joseph.
Sementara itu, Steven yang merupakan pimpinan Restoran Mutia Garden kepada wartawan mengatakan, sampai saat ini meski ditengah lemahnya bisnis akibat pandemi COVID-19 yang belum diketahui sampai kapan akan berakhir, restoran Mutia Garden buka setelah diberikan izin oleh pemerintah. ” Dalam hal kondisi saat ini, kita masih menyediakan menu yang terbatas. Namun kita tetap akan menyediakan menu-menu yang bisa menjadi daya tarik, apalagi makanan medan sangat banyak dan bervariasi.
” Jenis makanan sudah ada kita sediakan Ayam Bakar Hainan, dan masakan khas dari Indonesia lainnya. Apalagi Medan termasuk juga raja kuliner, jadi kita harus sediakan apa yang paling disukai saja,” ujar Steven.
Untuk masakan dari negara lain seperti Makanan Jepang juga ada. ” Untuk seting menu masih progress, konsep bisnis kita rubah, ada menu yang masih dalam proses kaji dan sedikit lambat, karena melihat kondisi, karena COVID-19 ini belum ada yang tahu kapan berakhir. Tadi ini jika abang dan kakak sekalian tidak datang ya pasti kosong juga lah,”kata nya.
Konsep restoran Mutia Garden, membawa konsep taman yang mana sering dimanfaatkan oleh masyarakat untuk kegiatan foto-foto. ” Untuk bicara investasi, kita ingin yang baik, dan mempunyai nilai berbeda dari yang sudah ada.Awal-awal nya sebelum Corona tempat ini sudah banyak juga yang datang, dan tiba-tiba corona datang, ya beginilah untuk sementara, jadi kalau untuk karyawan kita tidak ada mem-PHK, karena kita juga punya prikemanusiaan, termasuk perekrutan karyawan kita masih pakai penduduk lokal,” terang Steven berharap awak media dapat mempromosikan restoran Mutia Garden miliknya secara positip kepada khalayak umum. (MR/RED)
