Aliansi Peduli Raja Ampat Demo DPRD Raja Ampat

Aliansi Peduli Raja Ampat Demo DPRD Raja Ampat
Bagikan

METRORAKYAT.COM, WAISAI – Puluhan masa melakukan aksi demo, menuntut DPRD Raja Ampat menyikapi Persoalan yang terjadi di kabupaten Raja Ampat.

Aksi demo puluhan orang adalah dari Aliansi Masyarakat Peduli Raja Ampat (AMPERA),Kamis (9/7/20) di halaman kantor DPRD Raja Ampat Jalan Moh Taesa Kelurahan Sapordanco, distrik Waisai Kota, Kabupaten Raja Ampat.

Aksi yang berjalan damai, walaupun terjadi gesekan antara demonstran dan sejumlah masa yang menyaksikan berlangsungnya aksi demo AMPERA hingga menuai adu mulut.

Kordinator Aksi lapangan (Korlap) Abraham Umpain, menyampaikan maksud melakukan aksinya, yaitu berangkat dari laporan pengesahan dokumen LKPJ Bupati TA 2019.DPRD Kabupaten Raja Ampat.

Menurut mereka, seharusnya DPRD Raja Ampat melakukan penolakan Pengesahan dokumen LKPJ Bupati TA 2019, karena ada beberapa kegiatan yang tidak tercapai. “Jadi menurut kami pengesahan LKPJ ini gagal, jika dipadukan dengan bukti pelaporan sasaran kegiatan fisik dilapangan,”ujarnya.

Atas dasar itu, maka Red Abraham, melakukan aksi di Kantor DPRD Raja Ampat sebagai upaya menuntut agar pemberdayaan kekhususan kepada orang Asli Papua, dana Otsus, di prioritaskan. Kemudian Ampera juga mendesak DPRD agar bentuk PANSUS mengawasi dana Otsus,dan dana Covid-19 di Raja Ampat, agar sesuai peruntukannya.

Dalam aksinya juga membacakan tuntutan lainnya yaitu, dana Ots Mulai Tahun 2017-2020,gagal di Raja Ampat,PT Klanafat telah merugikan masyarakat pemilik hak ulayat di kampung Yensner.

Tidak hanya itu, Abraham juga menanggapi beberapa kasus, sehingga ini bagian dari memperjuangkan keadilan dihadapan para Anggota DPRD Raja Ampat.

“Diantaranya tuntutan kami juga menyangkut Pengoperasian PT Gag Nikel diduga merugikan masyarakat,dan Telah terjadi konspirasi antara Pemda Raja Ampat, Selain itu Pembangunan Normalisasi Kali Anggaran Rehab Tuggu Selamat datang, Kasus korupsi Saptic Tank, Serta Kasus Pungli dishub Raja Ampat, untuk itu desakan AMPERA agar kasus-kasus ini di usut sampai tuntas,”tegas.Korlap.

Sementara Ketua DPRD Abdul Wahab Warwey menyampaikan kepada aksi masa bahwa tuntutan yang di suarakan AMPERA, yakni Dana Otsus, BUMD dan beberapa kasus lainnya.

Tentu menjadi kewajiban DPRD Raja Ampat untuk itu menyangkut aksi ini poin-poin yang disampaikan akan ditindaklanjuti. “Kami juga sampaikan bahwa untuk BUMD sendiri, Menjadi fokus utama baik BUMD yang hari bahkan yang lalu,”ungkap Ketua DPR.R4.

Kemudian kasus lain seperti minyak gas pulau 2, hingga saat ini menuai pertanyaan tidak tahu lagi rimba nya.

“Jadi jangan mengejar hal-hal yang masih samar-samar terus baru barang yang sudah nyata contohnya hari ini Mantan Ketua DPRD Raja Ampat Inisial HW Tersangka Kasus BUMD, namun hari ini kita tidak tau rimbahnya, oleh karena itu, kita pastikan dulu,Sebab bicara tersangka pastinya 95 Persen Positif itu yang kita kejar terus,”jelasnya.

“Jadi adik-adik yang tadi Demo sudah tepat karena disinilah tempat menyampaikan aspirasi tuntutan dan menurut kami langka, bagian dari rasa cinta kita terhadap adik-adik kita,” ungkapnya.

Lanjut warwey, yang penting desakan atau tuntutan macam ini perlu di bicarakan semua menyangkut kepentingan masyarakat secara umum. Setidaknya informasi yang diperoleh dibicarakan bersama, sehingga tidak membias.

Dan secara pribadi, sebut Ketua DPR Abdul Wahab Warwey menginginkan agar Anggota DPRD Fraksi Demokrat membentuk Pansus. “Itu permintaan saya Namun butuh kesepakatan,dari anggota DPR lainnya,”pungkasnya.[mr/Felix]

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.