Sumut Butuh Rp 2,9 T Untuk Gerakkan Pertumbuhan Ekonomi Triwulan ke III

Sumut Butuh Rp 2,9 T Untuk Gerakkan Pertumbuhan Ekonomi Triwulan ke III
Bagikan

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Sumatera Utara (Sumut) memerlukan anggaran sebesar Rp2,9 triliun untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi pada triwulan III tahun 2020. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) menilai Sumut sangat perlu dana tambahan sekitar Rp2,9 triliun untuk bisa mempertahankan pertumbuhan ekonomi daerah sebesar tiga persen tahun 2020 secara year on year (Y o Y)

“Dana tambahan triwulan 3 tersebut lebih besar di triwulan 2 sebesar Rp2, 1 triliun karena dampak pandemi Covid 19 yang dirasakan pada triwulan 3″, pungkas KPw BI Sumut, Wiwiek Sisto Widayat, lewat telp selulernya kepada Metrorakyat.com, Sabtu (27/6/2020).

Menurut Wiwiek, dari ketersediaan anggaran yang dapat dialokasikan Pemerintah Provinsi Sumut (Pemprovsu) masih membutuhkan Rp2,3 -Rp3,5 triliun untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Jadi dana Pemprovsu yang tersedia harusnya tidak terbatas digunakan untuk bantuan sosial, namun juga digunakan untuk menopang roda perekonomian,” ucapnya.

Dana itu digunakan untuk mendorong sektor-sektor padat karya seperti industri tekstil, industri barang dari kayu, penyediaan makan minum perdagangan, jasa, transportasi, dan industri pengolahan.

Apalagi sektor-sektor itu yang paling terdampak Covid 19 sehingga banyak tenaga kerjanya yang diberhentikan, dirumahkan atau dikurangi jam kerjanya.

Wiwiek menyebutkan, dalam skenario mild, meluasnya dampak Covid 19 diprakirakan mendorong perlambatan perekonomian Sumut menjadi berada di kisaran 4,3 – 4,7 persen (Y oY) atau melambat 0,8 persen dari baseline dalam skenario sedang.

Dengan perkembangan terkini, dimana pertumbuhan dunia diperkirakan tumbuh 0,9 persen, perekonomian Sumut dalam skenario berat, berpotensi melambat lebih dalam pada kisaran 2,2-2,6 persen.

Bahkan dalam kondisi sangat berat, ekonomi Sumut dapat turun hingga 1,2-1,6 persen “Jadi memang perlu langkah konkrit agar pertumbuhan ekonomi tidak terpuruk khususnya dalam kondisi sangat berat yang bisa hanya 1,2 -1, 6 persen”, tutupnya. (MR/JB Rumapea)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.