Tim Ketapang Pemkab Samosir, Bina Warga Bercocok Tanam Sayuran
METRORAYAT.COM, SAMOSIR – Melalui Tim Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir, membentuk sebuah program pertanian atau bercocok tanam.
Melalui pelatihan bercocok tanam Ketapang, meluncurkan program pertanian pedesaan di awal Mei 2020, ujar Bupati Samosir lewat Kepala Dinas Ketapang Pemkab Samosir, Rawati Simbolon SPd, MM pada metrorakyat.com, Selasa (5/5/2020).
Dinas Ketapang bersama TIM, sudah melakukan Pembinaan terhadap Masyarakat Penerima Manfaat yaitu, Budidata Tanaman Sayuran melalui Media Polybeg.
Lanjut Rawati, lewat pembinaan dimaksud dilakukan kepada 6000 KK (Kepala Keluarga) tersebar di 128 Desa dan 6 Kelurahan di Kab Samosir. Namun demikian, juga akan diberikan bantuan berupa bibit sayuran serta saprodi (sarana produksi).
Menurut dia, pemberian bantuan tersebut harus tepat sasaran dan tepat guna. “Masyarakat penerima manfaat wajib dilatih terlebih dahulu. Karena merupakan salah satu inovasi baru Pemkab Samosir,”tegas Rawati.
Kita telah menugaskan Tim Ketapang bersama Dinas Pertanian lewat PPL , Unsur Kecamatan, Unsur Desa dan Penggerak PKK dan telah melaksanakan pelatihan dan pembinaan kepada masyarakat penerima. Manfaatnya telah sampai ke seluruh Desa dan Kelurahan , dengan prinsip, hadir dilatih berarti siap menanam dan sebagai tujuan utama pelatihan dimaksud adalah :
- Mencegah kerawanan pangan, kbususnya sayur-mayur untuk antisipasi Covid-19, tersedianya sayuran di Rumah Tangga melalui penanaman sayuran di pekarangan rumah melalui media polybag berarti ada ketersediaan pangan bergizi;
- Mengajak masyarakat tinggal di rumah tetapi tetap beraktivitas untuk mendukung program pemerintah dalam pencegahan penyebaran Covid-19.
- Memotivasi masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah dan tertata rapih melalui budidaya tanaman sayuran;
- Mengajak masyarakat untuk meningkatkan stamina tubuh dengan wajib mengkomsumsi sayur setiap hari sesuai pola makan sehat B2SA yaitu : Beragam , Bergizi , Seimbang dan Aman, tutup Rawati Simbolon. (MR/ JB Rumapea)
