Di Hari Pendidikan Nasional Para Guru Di Tuntut Agar Bisa Memanfaatkan Tekhnologi

Di Hari Pendidikan Nasional Para Guru Di Tuntut Agar Bisa Memanfaatkan Tekhnologi
Bagikan

METRORAKYAT.COM, PANGKALPINANG – Hari pendidikan nasional yang jatuh pada setiap tanggal 2 Mei dirasa berbeda dengan tahun sebelumnya,tahun ini hari pendidikan nasional tidak ada kegiatan apapun karena pendemi covid-19.

Sementara itu PLT kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota PangkalPinang saat dihubungi lewat WhatsApp menjelaskan seperti yang di ketahui covid- 19 adalah bencana dunia yang mempengaruhi segala aspek kehidupan, sosial, politik, ekonomi, agama termasuk dunia pendidikan, Sabtu (02/05/2020).

Dimana kondisi pandemi covid-19 sangat mempengaruhi cara belajar mengajar, kemandirian, kerjasama, simpati dan empati, solidaritas, gotong royong serta kepedulian sesama, termasuk peran keluarga yang selama ini tergantung sepenuhnya ke lembaga pendidikan formal dan nonformal saat ini tidak lepas peran orang tua juga untuk membantu dunia pendidikan di musim pandemi covid-19 ini.

Di musim Pandemi covid-19 ini para siswa bisa belajar tidak hanya di ruang dan waktu saja secara klasikal ,dimana saja kita bisa belajar yang penting ada kemauan dan yang tidak kalah penting saat anak belajar dirumah mohon para orang tua agar mendampingi anak-anaknya dalam belajar

Selama ini orang tua sibuk dengan profesi dan urusan ekonomi. Saat ini dituntut peran orang tua, peran orangtua sangat strategis untuk membimbing anak-anak dari sisi moral, etik kejujuran dan tulus iklas dan sabar terhadap anak-anak, karena untuk sebuah pendidikan peran orang tua juga sangat penting.

Di hari Pendidikan Nasional para guru-guru yang selama ini terjebak dengan pembelajaran klasikal target-target kurikulum saat ini dituntut bisa memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran yang kreatif dan inovatif jadi banyak hal yang bisa diambil dari covid 19 ini.

“Harapan saya, di Hari Pendidikan Nasional Hari ini setelah covid-19 ini berlalu. Kita tahu pendidikan itu bukan tanggung jawab pemerintah ini tanggung jawab kita semua, untuk membangun peradaban dengan didasari nilai-nilai jujur, taat, patuh serta pentingnya hidup sehat mulai belajar dari lingkungan keluarga,”ujarnya.

Sambungnya lagi, ada rasa simpati, empati dan semangat gotong royong serta solidaritas sesama akan menjadikan dunia pendidikan bisa berkembang dan maju. (MR/HRM)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.