Kunjungan Wisman Ke Sumut Anjlok 25,18 %

Kunjungan Wisman Ke Sumut Anjlok 25,18 %
Bagikan

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Sumatera Utara (Sumut) melalui empat pintu masuk di bulan Februari 2020 mencapai 15.367 kunjungan, anjlok hingga 25,18 persen jika dibanding pada bulan Januari 2020 berada dikisaran 20.539 kunjungan.

Hal inj disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, Syech Suhaimi ke Metrorakyat.com, Medan (23/4/2020).

Ia menjelaskan, jika dibandingkan pada bulan yang sama tahun 2019, jumlah kunjungan wisman pada Februari 2020 mengalami penurunan 34,20 persen, dari 23.354 kunjungan di bulan Februari 2019 menjadi 15.367 kunjungan.

“Tentu penurunan jumlah wisman tertinggi terjadi pada bulan Februari 2020 dibanding sebelumnya,” cetus dia.

Menurut Syech, penurunan terjadi di pintu masuk Pelabuhan Laut Belawan sebesar 45,45 persen, melalui pintu Pelabuhan Laut Tanjungbalai Asahan sebesar 44,78 persen, dan lewat Bandar Udara Kualanamu Internasional sebesar 25,68 persen serta pintu Bandar Udara Silangit sebesar 9,00 persen.

Selama Februari 2020 jumlah wisman berkunjung di Sumut mencapai 15.367 kunjungan, turun 34,20 persen dibanding pada periode yang sama tahun 2019, ucap dia lagi.

Kalau di lihat penurunan jumlah wisman tersebut tertinggi terjadi pada pintu masuk Pelabuhan Laut Belawan yang mengalami penurunan sebesar 79,31 persen, melalui pintu masuk pelabuhan Udara Silangit turun 42,48 persen dan melalui pintu masuk Bandar Udara Kualanamu Internasional turun sebesar 34,16 persen.

“Namun demikian, jumlah wisman masuk melalui pintu masuk Pelabuhan laut Tanjungbalai Asahan naik sebesar 335,29 persen,” terang Syech.
Untuk Januari-Februari 2020 dari empat pintu masuk total sebanyak 35.906 orang, turun 12,25 persen dibanding posisi sama tahun 2019 sebanyak 40.918 orang.

Paling banyak melalui pintu masuk Bandara Kualanamu mencapai 34.691 orang, disusul Bandara Silangit 1.782 orang, Pelabuhan laut Tanjungbalai Asahan 416 orang dan Pelabuhan laut Belawan 17 orang.

Syech Suhaimi menambahkam, dari sepuluh negara asal utama wisman pada Pebruari 2020, Malaysia masih mendominasi jumlah wisman yang datang di Sumatera Utara yaitu 46,85 persen, diikuti oleh Belanda 4,94 persen, Singapura 4,65 persen, Jerman 2,62 persen, Inggris 1,66 persen, Perancis 1,61 persen, Amerika Serikat 1,54 persen, Australia 1,32 persen, India 1,29 persen dan Jepang 1,07 persen.

“Jumlah wisman dari sepuluh negara tersebut adalah 65,19 persen dari total kedatangan wisman ke Sumut”, katanya.

Jumlah kedatangan wisman selama Februari 2020 dari sepuluh negara utama tersebut mengalami penurunan 21,50 persen dibanding bulan sebelumnya.

Demikian juga dari negara lainnya turun 31,23 persen.

Persentase penurunan terbesar terjadi pada wisman asal negara Australia sebesar 62,62 persen.

Sementara periode Pebruari 2020, jumlah wisman dari sepuluh negara utama tersebut juga mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yaitu dari 13.955 kunjungan pada tahun 2019 menjadi 10.018 kunjungan pada tahun 2020 atau turun sebesar 28,21 persen.

“Persentase penurunan tertinggi terjadi pada wisman asal negara Singapura sebesar 50,24 persen,” terangnya. (MR/JB Rumapea)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.