Telan APBD 800 Juta, Kadinkes Batubara Bisa Apa?
METRORAKYAT.COM, BATUBARA – Mahasiswa pertanyakan dana 800 juta yang dipakai oleh kadinkes Batubara untuk penanganan covid-19.
Diketahui sebelum nya, dana 800 juta tersebut di gunakan dari 3,5 M dana tak terduga yang di plot kan dari APBD 2020 Kab. Batubara.
Namun, menurut aktivis mahasiswa Batubara pemakaian dana sebanyak 800 juta itu belum juga dirasakan oleh masyarakat.
“Ini masih absurd, dana sebanyak itu digunakan tapi sampai sekarang belum dirasakan oleh masyarakat Batubara manfaat nya, padahal 800 juta itu untuk penanganan covid-19, tapi masyarakat mana yang merasakan?, ” kata Arwan Syahputra, Ketua GEMA Batubara , Sabtu (28/03)
Ia menilai kepala dinas kesehatan terlalu banyak memakai logika falasi nya. Karena menurut nya, kadinkes mau bagi hand sanitizer ke masyarakat yang dibelanjakan dari dana 800 juta
“Tapi sampai sekarang apa itu sudah dirasakan oleh masyarakat?. Kadinkes ini terlalu banyak pakai logika falasi nya , ia katakan mau bagi ke masyarakat tapi belum tersalurkan merata, gerak kadinkes terlampau lambat, tak secepat komentar dan bunyi nya di awak media, ” pungkas mahasiswa yang akrab disapa Bung Arwan itu
Bahkan, ia juga membandingkan antara gerak kapolres yang cepat berikan hand sanitizer.
“Kapolres gandeng organisasi Star, mereka mandiri, namun sanitizer nya dibagikan ke Masyrakat, banyak orang-orang senang dengan langkah kapolres, dan saya pun apresiasi , tapi bentuk kekecewaan kami pada kadinkes, bahkan dana APBD yang katanya sudah di belanjakan 800juta, dia bisa apa?. Udah nya di rasakan masyrakat, ” cetus nya.
Sebelumnya, dilansir dari kontra.id, Wahid Kusyairi selaku Kadinkes telah merincikan pemakaian dana 800 juta dari APBD.
Menurut Wahid, dana yang sudah dihabiskannya dari anggaran Rp 3,5 miliar tersebut sebesar Rp 800 juta, diambil dari dana tak terduga APBD tahun 2020 diposisikan di BPKAD.
Wahid merinci, dana sebesar Rp 800 juta itu dipakai untuk membeli hand sanitizer, alkohol, masker dan bayclin serta pembersih lantai.
Dana Rp 800 juta itu juga dipakai untuk penyemprotan desinfektan ke sejumlah tempat, lebih lebih untuk kantor dinas setempat.
Terkait masalah jatah pembagian Hand sanitizer, menurut Wahid akan diberikan kepada Organisasi Perangkat Daerah, juga masyarakat.(mr/Red)
