Walikota Medan Diusir Warga, Ini Alasannya.

Walikota Medan Diusir Warga, Ini Alasannya.
Bagikan

MetroRakyat.com  |  MEDAN — Warga korban banjir air laut (rob) di Medan Labuhan menolak kedatangan Wali Kota Medan Dzulmi Eldin. Budi Syahputra, warga Jalan Amal, Lingkungan VI mengatakan warga mengusir lantaran sudah sepuluh hari tertimpa banjir. Selain itu, tidak didirikannya posko banjir. “‘Udah pulang saja! Pulang! Mana janji Bapak?’ Begitu kami bilang,” ujar Budi via seleluar, Jumat (23/9/2016).

Hujan 5 Jam, Ratusan Rumah di Medan Labuhan Terendam Banjir
Banjir di kawasan Jl Rawe V, Lingkungan VII, Tangkahan, Medan Labuhan menenggalamkan ratusan rumah, Senin (30/11/2015).

 

Diceritakan Budi, Eldin dan rombongan datang Kamis (23/9/2016) sekitar pukul 09.00WIB pagi. Saat Eldin ingin memasuki Kompleks Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Medan Labuhan, warga langsung menyorakinya. “Sepuluh hari kami terendam banjir. Sekarang, baru datang dia. Kami juga dibagikan cuma satu bungkus mi instan. Sedih kami,” ujarnya.

Budi juga mengungkapkan, orang nomor satu itu tak menempati janjinya untuk membangun parit. “Ini banjir kiriman dari Martubung. Kami minta dibangun parit. Tapi tak pernah terwujud,” ujarnya. Camat Medan Labuhan Arrahman Pane saat dikonfirmasi via selular kemarin (23/9/2016) membantah kejadian yang dituturkan warga. “Enggak ada ah! Semua aman-aman saja, tadi warga minta dibangun parit. Jadi ditunjukkan warga dimana parit yang akan dibangun,” katanya. (TM/MR).

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.