Kompol Siswandi Polresta Medan Ini Pantas Jadi Panutan, Alasannya….
MetroRakyat.com | MEDAN — Tidak semua Polisi itu harus dinilai dengan sebelah mata, identik dengan sosok menakutkan atau sosok yang memang tidak perlu didekati. Jika saja publik menilai kinerja Kepolisian kurang memuaskan, maka Polisi saat ini berbenah diri dengan program Revolusi Mental di Internalnya sendiri dan memberikan kenyamanan dan pelayanan yang benar-benar adil untuk memulangkan kembali bahwa Kepolisian layak untuk dipercaya. Adalah Komisaris Polisi Siswandi, S.Ik,SH.MH. Perwira yang satu ini layak menjadi panutan, dengan alasan disaat kejadian bentrok antar Mahasiswa USU yang berlangsung, Jumat 23/9/2016 sekira pukul 15.00 wib dan berhasil diredam oleh Kepolisian dalam upaya mediasi perdamaian antara kedua Fakultas yang bertikai, Siswandi beranjak menuju Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara guna menjenguk korban luka yakni mahasiswa itu sendiri. Walau hanya membawa minuman mineral dan dijenguk saja, beberapa rekan mahasiswa tersebut ungkapkan terima kasihnya kepada Siswandi yang memiliki perhatian kepada korban bentrok itu.

Salah seorang mahasiswa berinisial Siahaan mengatakan bahwa kunjungan seorang Polisi ini membuat dirinya bangga dan kagum, dan menilai bahwa Polisi yang satu ini ramah dan perhatian dengan kondisinya saat ini. “Saya saja terkejut dengan kedatangan Polisi itu bang (Red-Siswandi), saya selama ini melihat Polisi sangat tidak suka. Karena bagi saya Polisi sepertinya kurang dekat dengan masyarakat”, kata Siahaan yang mengaku menjadi salah satu korban pengeroyokan antara Mahasiswa di USU itu.


Siswandi yang melihat ke dua korban luka akibat bentrokan itu, mengaku sangat prihatin. Perwira ini menyampaikan keprihatinannya yang mendalam dan berharap masalah ini tidak terulang kembali. MetroRakyat.com yang kebetulan lakukan peliputan dengan 2 korban luka itu berhasil mempertanyakan tujuan kedatangan perwira yang bertugas sebagai Kepala Satuan Samapta Bhayangkara (Sabhara) Polresta Medan ini. “Saya simpatik saja mas, dan hal ini adalah kewajiban saya sebagai Polisi. Toh kita juga sesama manusia yang harus memperhatikan satu sama lain. Kedatangan saya menjenguk korban ini bukan sebagai Polisi saja, namun untuk memberikan semangat dan mendoakan mereka agar lekas sembuh dan dapat belajar seperti semula lagi. Saya juga kan seorang mahasiswa juga dulu, dan sampai sekarang bukan ? Maka kedatangan saya ini nggak usah dibesar-besarkan nanti dibilang pencitraan, karena ini adalah kewajiban kita sebagai seorang Polisi dan Manusia Beragama”, kata Siswandi tersenyum.

Pantauan MetroRakyat.com, Kompol Siswandi menjenguk ke dua korban luka tersebut tanpa didampingi personil Kepolisian. Kedatangannya seorang diri membuat para mahasiswa yakni rekan korban kagum dan sampaikan terima kasih kepada Polresta Medan dalam hal Cepat Tanggap sikapi hal ini. “Saya dan rekan-rekan mahasiswa USU Fakultas Tehnik Sipil ucapkan terima kasih banyak kepada pak Siswandi, dan segenap personilnya. Semoga kejadian ini tidak terulang lagi, dan menjadi pelajaran bagi kami”, pungkas Siahaan mahasiswa Semester 7 ini. (MR/Team).
