Warga Gang Safari Lingkungan 5 Keluhkan Drainase Tidak Pernah Tersentuh Pembangunan
METRORAKYAT.COM, MEDAN – Warga gang Safari Lingkungan 5 Kelurahan Helvetia Timur Kecamatan Medan Helvetia keluhkan drainase di lokasi tersebut yang tidak pernah tersentuh pembangunan dari Pemerintah Kota Medan.

Bahkan parahnya, agar air sisa pembuangan yang berasal dari limbah cair rumah tangga dapat tersalurkan ke parit besar yang ada di pinggir Jalan Pembangunan, maka atas dana swadaya warga setempat dibangunlah drainase sederhana namun belum di cor semen. Alasannya dana swadaya dari hasil yang dikumpulkan oleh warga setempat ternyata tidak cukup, dan tept diujung Gang Safari, masih ada yang sama sekali tidak memiliki drainase.
” Dulu sebelum jalan di Gang ini di cor semen, masing-masing rumah tangga sudah memiliki saluran drainase yang terbuat dari pipa semen, namun karena sudah lama, warga sering resah karena saluran air pembuangan dari pipa riol banyak yang sudah pecah di dalam tanah dan sumbat. Selanjutnya jalan ini pun di cor semen oleh pemko Medan, sehingga semakin menutup saluran pembuangan air,” terang Pak Sihite kepada wartawan, Kamis (13/2/2020).
Ditambahkan Pak Sihite, karena seringnya sumbat, maka merekapun sepakat untuk membuat saluran drainase sendiri dengan dana patungan. Apalagi tanah kosong yang dulunya dijadikan tempat pembuangan air sisa rumah tangga sudah dibeli dan ditembok oleh Restoran Lembur Kuring yang terletak di Jalan Tengku Amir Hamzah.
” Karena tidak dicor, maka perlahan terjadi korosi atau pengikisan di dasar dan pinggir saluran drainase terjadi. Inilah yang dikawatirkan jika terus dibiarkan, maka dikawatirkan tembok milik Restoran Lembur Kuring dan badan jalan Gang terutama di jalan Gang pertama masuk amblas, karena sudah terlihat menganga lebar di bawah jalan. Tinggal menunggu amblasnya saja,” ucapnya.
Sementara itu, Lurah Helvetia Timur, Teguh saat dikonfirmasi terkait drainase yang belum pernah tersentuh pembangunan di wilayahnya mengaku telah mengetahui dan sudah mengusulkan di Musrembang agar segera diperbaiki di Tahun 2020.
” Nanti kita usulkan untuk penggunaan dana Kelurahan tahun ini. Mudah2an bisa. Kemarin bulan 12 pas ada kelebihan volume di gg MELATI, kami usulkan di arahkan ke situ, orang PU juga sudah cek ke lokasi, tapi akhirnya mereka memilih yang di gg asuhan. Coba tanya sama rumah paling depan, sudah saya arahkan ke situ, tetapi mgkn dengan beberapa pertimbangan, mereka kerjakan di gg asuhan,” jelas Teguh melalui pesan WhatsApp peribadinya.
Sementara Anggota DPRD Medan yang terpilih dari dapil 1, Antonius Devolis Tumanggor, S.Sos saat dimintai komentarnya terkait drainase yang butuh perbaikan di Jalan Pembanguna Gg.Safari Lingkungan 5 Kelurahan Helvetia Timur Kecamatan Medan Helvetia mengatakan untuk Gang maupun jalan di bawah 4 meter sudah ada dana dari kelurahan yang sudah dianggarkan.
“Untuk itu, kita menekankan kepada pihak Kelurahan setempat yaitu Kelurahan Helvetia Timur agar memprioritaskan pembangunan drainase di Gg.Safari karena setelah dicek, ada rumah yang belum memiliki drainase dan selama ini membuang air sisa rumah tangga ke tanah kosong yang ada didepan rumahnya,” terang anggota Legislatif yang membidangi infrastruktur dan pembangunan ini.
Anggota komisi 4 DPRD Medan ini berharap, agar kedepan baik Gang dan Jalan yang ada di wilayah Kelurahan dan Kecamatan jangan ada lagi yang belum pernah tersentuh pembangunan. Kepada pihak kelurahan hendaklah selalu memperhatikan kondisi infrastruktur yang ada di wilayahnya masing-masing dan gunakan Anggaran Dana Desa (ADD) yang sudah ada untuk kemajuan pembangunan di wilayah masing-masing, agar serapan anggaran dana yang dikucurkan tersebut dapat tersalurkan dengan tepat sasaran sesuai kebutuhan masing-masing tempat,” pungkas Antonius Tumanggor yang juga Wakil ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Medan dan Ketua DPD GEMURUH Medan ini.( MR/rd)
