Pedagang Ayam Minta Pemko Langsa Tunda Penggusuran
METRORAKYAT.COM, LANGSA – Setelah mencuat pemberitan di salah satu media online diduga Satpol PP terima setoran yang di katakan oleh nara sumber yang layak di percaya, akhirnya di bantah oleh wak Ni Black.
Pasalnya, Wak Ni Black saat mendatangi wartawan MetroRakyat.Com, Senin ( 6/1/20 ) mengatakan, apa yang di katakan oleh narasumber tersebut ada unsur sentimen pribadi antara sesama pedagang ayam sehingga menebar fitnah agar Satpol PP marah dan mengusir atau menggusur pedagang ayam.
Akibat pemberitaan tersebut, membuat sejumlah pedagang tidak bisa berjualan lagi karena di larang oleh Satpol PP Kota Langsa. Dengan tidak di perbolehkan nya pedagang berjualan membuat para pedagang resah.
“Bagaimana nasib ekonomi terhadap anak – anak kami yang masih Kecil – kecil yang butuh makan biaya sekolah setiap hari, kalau kami tidak berjualan dari mana kami membiayai itu semua,”ucap Sejumlah pedagang ayam yang di dampingi wak Ni Black dengan dana lemas kepada wartawan.
Tambah pedagang ayam lagi, oleh karena itu para pedagang memohon kepada Walikota Langsa Tgk. Usman Abdullah ( Toke Seu’um) memberikan solusi dan membantu para pedagang.
“Izinkan kami berjualan seperti biasa, kami berjualan hanya untuk menafkahi anak – anak kami pak.. ?. Sejak di gusur oleh Satpol PP anak kami ada yang tidak makan dan tidak mau sekolah karena tidak ada uang, karena selama ini kami berjualan bukan untuk mecari kaya asal laku bisa balik modal dapat untuk sedikit tidak masalah yang penting anak bisa makan dan bersekolah, itu sudah Alhamdulillah,”ujar sejumlah pedagang ayam sambil menangis kepada wartawan. (MR/DANTON)
