Pemkab Tapteng Peringati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1441 H/2019 M
METRORAKYAT.COM, TAPTENG – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah (Pemkab Tapteng) peringati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1441 H/2019 M di Masjid Abu Bakar As Siddiq, SP-2 Kelurahan Bajamas, Kecamatan Sirandorung pada Jumat malam (22/11/2019).
Kegiatan ini mengusung tema “Dengan memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1441 H/2019 M, Pemkab Tapteng mari Contoh Akhlak Rasulullah sebagai Uswatun Hasanah”.
Peringatan Maulid Nabi dimulai dengan dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an oleh Qori Muslimin Hutapea, M.Pd dilanjut Sambutan Bupati Tapteng.
Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani dalam sambutannya menyampaikan alasan kegiatan Maulid Nabi diadakan di kecamatan bukan di Pandan adalah untuk menunjukkan syiar agama yang diharapkan dapat menjangkau hingga kecamatan-kecamatan yang ada di Tapteng.
“Harta yang tak ada apa-apanya itu, jabatan yang tak ada apa-apanya itu, wajah yang akan berubah pada masanya tidak usah dibanggakan karena semua akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT,” kata Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani.
Bupati Tapteng mengharapkan Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW ini jangan hanya seremonial belaka, namun kita harus bisa mencontoh dan mengikuti jejak sifat mulia Nabi Muhammad SAW.
“Hari Minggu ini kita akan mulai gerakan ibadah Sholat Shubuh berjamah yang diawali dari Masjid Babussalam Kelurahan Sibuluan Nalambok Kecamatan Sarudik. Saya mengajak kita semua untuk semakin mencintai dan memakmurkan masjid. Selain itu, mari kita perbanyak bersedekah. Jangan tunggu kaya baru bersedekah,” kata Bupati Tapteng dalam sambutannya.
Bupati Tapteng menjelaskan ada 973 tempat maksiat yang telah ditutup, mulai dari Pinangsori, Pandan, perbatasan Sorkam dengan Kolang, Tapian Nauli, Sirandorung, hingga Mandumas.
“Selain merusak generasi bangsa, menghancurkan masa depan, termasuk perekonomian masyarakat diiperkirakan uang tidak sedikit berputar di tempat-tempat maksiat,” kata Bupati Tapteng.
Kepada Ibunda Aisyiah, Ibunda Muslimat NU, Ibunda Al Washliyah jika mengetahui tempat maksiat di lingkungannya agar melaporkannya termasuk narkoba dan perjudian. Kepada pihak berwajib agar membasmi tempat maksiat di Tapanuli Tengah. Semua agama melarang keberadaan tempat maksiat. Kalau masih ada tempat maksiat, jangan sampai datang bencana disebabkan dengan adanya tempat maksiat di wilayah Tapanuli Tengah ini,” lanjut Bupati Tapteng.
“Kita telah memberantas tempat-tempat maksiat dan ada ditemukan seorang perempuan postif mengidap penyakit HIV. Sekarang ada warung tuak menyiapkan Wanita Rawan Sosial dan kita akan terus melakukan penertiban,” ujarnya.
Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani juga mengkampanyekan pemberantasan Narkoba pada Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di Kecamatan Sirandorung.
“Mulai tanggal 1 Januari 2020, barang siapa yang ketahuan Narkoba, baik itu Pemakai Narkoba tidak dapat kembali, tidak dapat pulang ke Tapteng selama 15 tahun dan bagi Bandar dan Pengecer Narkoba, tidak boleh lagi kembali ke Tapanuli Tengah,” kata Bupati Tapteng.
“Keras pasti, daripada hancur semua generasi bangsa daripada hancur semua umat, lebih bagus satu orang kita usir dari pada 100.000 orang lebih generasi bangsa hancur di Kabupaten Tapanuli Tengah ini,” tegas Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani.
Bupati meminta kerjasama semua pihak, seluruh komponen masyarakat untuk bersama-sama memberantas Narkoba di seluruh wilayah Tapteng.
“Nanti bulan Januari atau Februari 2020, tanggal tidak ditentukan, kita akan kumpul satu desa, akan kita laksanakan tes urine. Positif Narkoba akan kita usir dari Tapanuli Tengah.” ujarnya.
“Menurut hitungan kami, hampir 10.000 orang di Tapteng menggunakan Narkoba. Kalau kali Rp. 100 ribu berarti Rp. 1 milyar satu hari, Rp. 30 milyar satu bulan, 360 milyar satu tahun uang dihabiskan jadi Asap,” pungkas Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani menjelaskan begitu besarnya uang masyarakat habis sia-sia hanya untuk merusak diri, keluarga, tatanan kehidupan berbangsa yang tidak produktif, dan perekonomian masyarakat.
Selain itu, Bupati Tapteng juga menjelaskan berbagai progres pembangunan di Tapteng khususnya infrastruktur jalan. “Kita akan membangun hingga selesai Jalan aspal hotmix di Bajamas,” ujarnya.
Selanjutnya, Tausyiah disampaikan oleh Al-Ustadz Hendrawibowo, S. Sos dari Provinsi Sumatera Utara. Ia menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW di dalam Al Qur’an merupakan manusia yang jadi panutan, contoh akhlak Rasulullah sebagai Uswatun Hasanah.
Nabi muhammad adalah pemimpin yang tegas , berani,amanah, dan penyayang, Nabi Muhammad SAW cinta dengan perdamaian.
“Kita dukung Pemkab Tapteng menutup tempat maksiat di seluruh wilayah Tapteng. Sesama umat beragama kita bersaudara. Mari kita saling tolong-menolong. Mari kita berlomba-lomba berbuat kebaikan,” tuturnya (MR/RM)
