Jalan Menuju Stasiun Kereta Api Perlanaan Bagaikan Kubangan Kerbau
METRORAKYAT.COM, SIMALUNGUN – Jalan menujuh Stasiun Kereta Api Perlanaan Nagori Perlanaan, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun seperti kubangan kerbau. Selasa (22-10-2019) sekira jam 13.00 WIB.
Pantauan di lapangan terlihat hampir semua ruas jalan dipenuhi kubangan. Persoalan tersebut menjadikan keluhan dimasyarakat dan para penguna jalan umum lainnya. Apalagi khususnya para becak motor (Parbetor) yang selalu mangkal di stasiun untuk mencari penumpang.
Keluhan tersebut di sampaikan W. Naenggolan (54) salah satu pengemudi becak sekaligus warga sekitar stasiun. Menurutnya jalan rusak ini sudah berpuluh tahun lamanya, namun hingga sampai saat ini tanda tanda untuk dilakukan perbaikan belum juga ada.
“Padahal kami sangat berharap jalan ini segera diperbaiki oleh Pemerintah”.
Apalagi para pengemudi becak seperti kami ini, yang setiap harinya terpaksa harus melintas. Karena jalan ini satu satu akses keluar masuk warga menujuh stasiun, begitu juga menujuh Ibu Kota Kecamatan Bandar (Perdagangan).
Akibat persoalan jalan ini juga banyak sekali kerugian yang harus kami tanggung, terutama kendaraan yang kami gunakan untuk mencari makan, selalu mengalami kerusakan. Begitu juga waktu banyak habis dan terbuang, hanya untuk melintasi jalan yang rusak ini. Padahal kalau jalan ini diperbaiki, waktu jarak tempu untuk menujuh Kota Perdagangan tidak begitu lama.
“Kami sangat berharap pemerintah untuk segera memperbaiki, demi keamanan dan kenyamanan semua warga, ujarnya”.
Keluhan yang sama juga disampaikan Wiwin (24) warga yang sama, dan kesehariannya kerja di Perdagangan. Menurutnya persoalan jalan ini, sudah lama sekali di dambakan warga untuk diperbaiki. Guna mendongkrak ekonomi semua warga, karena salah satu penunjang ekonomi adalah akses jalan. Akibat persoalan jalan ini juga banyak menimbulkan dilema pada masyarakat, yang seharusnya masyarakat mengunakan transpotasi kereta api.Ini harus mengunakan bis atau travel taksi dan ongkosnya lebih mahal.
Hal tersebut di karenakan masyarakat enggan dan malas akibat kondisi jalan yang tidak nyaman untuk dilintasi. Kalau musim hujan kondisi jalan seperti kubangan kerbau, dan kalau musim kemarau kondisi jalan berdebu, ucapnya.(mr/PP/SS)
