Proyek Pembangunan Puskesmas di Huberbari Perlu di Tinjau Kembali, Beberapa Bangunan di Maybrat Terkesan Mubajir Dan Tidak Bermanfaat
METRORAKYAT.COM, MAYBRAT – Proyek Pembangunan Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Ayamaru, yang dibangun di pertengahan antara Ayamaru- Soroan , tepatnya di lokasi persiapan Kampung Huberbari yang berjarak sekitar 5 km dari Distrik Ayamaru, kalau bisa bapak Bupati Dan Dinas Terkait Tolong Dikaji ulang Pembangunan Proyek ini, Jangan kita hanya mengejar target Proyek itu untuk di bangun selesai. Hal ini disampaikan oleh Sefnath Stevi Mosso, melalui pesan tertulis sms via WhatsApp, Kamis (19/09/2019).

Menurutnya, pembangunan proyek puskesmas itu terlalu jauh dari tempat hunian Masyarakat, otomatis sistim pelayanannya tidak akan maksimal sesuai dengan apa yang di harapkan, sehingga terkesan nanti bangunan puskesmas tersebut tidak ada fungsi dan manfaatnya sama sekali bagi masyarakat.
Pemda Maybrat dan Dinas Terkait harus melakukan peninjauan kembali Pembangunan Puskesmas Ayamaru.
Menurutnya, lokasi Pembangunan Puskesmas yang lama di Ayamaru kota, itu tanahnya masih luas dan posisinya sangat strategis, dirinya mengakui kalau lokasi puskesmas lama di Ayamaru kota masih terkendala hak ulayat.
“Tetapi pemda Maybrat juga harus jeli, membangun sesuatu jangan terlalu tergesa-gesa untuk membangun, harus penganggarannya di Rencanakan untuk realisasi pembayaran hak ulayat terlebih dahulu, sehingga bisa melanjutkan pengembangan puskesmas lama di Ayamaru kota, sehingga dapat di tingkatkan lagi, pemda harus rencanakan pelepasan tanahnya hak ulayat tahun ini, sehingga tahun depan bisa di bangun Gedungnya,”ujarnya.
Stevi juga menambahkan, membangun sesuatu harus punya perencanaan yang matang, Baru dibangun, bukan datang lihat lihat lokasinya, karena yang pegang Proyek itu biasanya punya orang dalam atau keluarga yang punya pemilik hak ulayat, lalu gampang di nego dan dibangunan begitu saja, sedangkan fungsi dan pemanfaatannya nanti tidak ada sama sekali.
Lanjutnya, nanti kalau ada pemeriksaan BPK baru di data semua aset yang di bangun, namun kenyataan dan fakta yang terjadi selama ini, gedung atau bangunan yang di bangun tidak di gunakan, jadi jangan pemda cuma kejar Output tapi harus sampai ke Outcome juga.
Contoh praktis, beberapa Pasar yang dibangun oleh pemda Maybrat, di sepanjang Jalan Ayamaru Kumurkek, Ayamaru-Sorsel, Ayamaru-Aitinyo, dan Ayamaru lingkar Yumases, semua itu di bangun mewah mewah tetapi tidak difungsikan,
Kelanjutannya, Rumah sakit lantai 2 di Sauf yang di bangun oleh pemerintah provinsi Papua Barat, sampai saat ini belum juga di fungsikan oleh dinas kesehatan, terus lagi Guest House di Marumana Aves jalan ke Segior Distrik Ayamaru Jaya juga tidak di fungsikan, kantor penyuluh pertanian, pembibitan dan benih di kampung Sembaro, ini beberapa gedung yang di bangung menghabiskan uang negara puluhan milyar, namun tidak ada kegunaan dan fungsinya sama sekali.
Harapanya, kepala dinas dan Bupati harus membangun sesuatu yang benar benar menyentuh pada Masyarakat, sehingga Masyarakat tidak merasa bahwa pemerintah pusat itu gagal, justru yang gagal itu pemerintah daerah setempat, karena banyak bangunan yang di bangun menghabiskan uang negara puluhan milyar, namun tidak terbengkalai.
Tambahannya, membangun sesuatu itu harus di landaskan dengan hati, supaya Outcomenya dapat di rasakan oleh Masyarakat, jangan membangun sesuatu dengan emosional nanti Outcomenya tidak dirasakan oleh Masyarakat,”tutup Stevi.(mr/Jefri)
