Menyongsong Satu Abad Injil Di Tanah Moi, Kadinsos Dr.Amatus Turot Ajak Masyarakat Bersatu Dalam Iman Dan Kasih
METRORAKYAT.COM, SORONG – Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kabupaten Sorong, Dr. Amatus Turot, S.Hut., M.Si., bersama seluruh jajaran staf, menyampaikan ucapan sukacita dan selamat memperingati 99 tahun perjalanan Injil di tanah Moi. Peringatan ini menjadi momentum refleksi yang penting untuk bersama-sama menyongsong puncak perayaan Satu Abad (100 tahun) Injil masuk di tanah Moi yang akan jatuh pada tanggal 27 Oktober 2026.
Dr. Amatus Turot menyampaikan bahwa perjalanan Injil selama 99 tahun sejak 27 Oktober 1926 silam telah membawa terang, harapan, dan perubahan yang luar biasa bagi masyarakat adat Moi dan seluruh warga Kabupaten Sorong.
“Perjalanan iman yang panjang ini adalah anugerah yang luar biasa bagi kita semua. Menyongsong usia satu abad pada 27 Oktober 2026 mendatang, kami dari Dinas Sosial Kabupaten Sorong beserta seluruh staf, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga nilai-nilai luhur tersebut,” ujar Dr. Amatus Turot dalam siaran persnya, Sabtu (24/10/2026).
Lebih lanjut, Kadinsos menekankan bahwa tema spiritual “Bersatu dalam iman, bersekutu dalam kasih” bukan sekadar slogan, melainkan fondasi utama dalam membangun kehidupan sosial masyarakat di Kabupaten Sorong. Nilai-nilai kasih dari Injil, menurutnya, sejalan dengan semangat pelayanan sosial untuk saling mengasihi, peduli, dan membangun daerah.
Pada kesempatan bersejarah ini, Dr. Amatus Turot beserta seluruh staf Dinas Sosial secara khusus mengundang Bapak, Ibu, tokoh agama, tokoh adat, serta seluruh Saudara-saudari untuk mari bahu-membahu menyongsong dan mendukung kesuksesan perayaan Satu Abad Injil di Tanah Moi.
“Mari kita sukseskan bersama perayaan bersejarah ini. Semoga Tuhan memberkati kita semua, agar kita terus bersatu dalam iman dan bersekutu dalam kasih, demi Kabupaten Sorong yang lebih sejahtera dan penuh damai,” tutupnya.
Puncak peringatan Satu Abad Injil di Tanah Moi pada 27 Oktober 2026 mendatang diharapkan tidak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga menjadi momentum kebangkitan spiritual dan sosial bagi seluruh masyarakat Kabupaten Sorong.(MR/red/JS)
