Yance Malagifik: JANGAN BEBANI PJ WALI KOTA SORONG DENGAN DOSA MASA LALU
METRORAKYAT. COM, SORONG – Kritikan yang dilayangkan Anggota DPD RI Paul Finsen Mayor terkait penataan kepegawaian di Pemerintah Kota Sorong mendapat bantahan tegas dari Tokoh Pemuda sekaligus Intelektual Moi, Yance Malagifik. Ia menilai sorotan tersebut sama sekali tidak berimbang dan terkesan sengaja menyudutkan Pj Wali Kota Septinus Lobat, dengan menumpuk seluruh masalah warisan masa lalu ke pundak kepemimpinannya saat ini.
Yance menegaskan dengan lantang: persoalan tenaga honorer maupun proses seleksi CPNS-P3K yang dijadikan bahan tuduhan, bukanlah kesalahan dan bukan pula tanggung jawab pemerintahan yang baru berjalan.
“Bapak Pj Wali Kota baru menjabat sekitar dua tahun. Semua kekusutan kepegawaian dan nasib tenaga honorer itu sudah berakar sejak lama — bahkan dari masa kepemimpinan sebelumnya yang tak kunjung dibereskan. Mengapa kini seluruh beban kesalahan masa lalu ditimpakan sepenuhnya kepada Septinus Lobat? Ini sangat tidak adil!” tegas Yance kepada awak media di Sorong, Senin (10/8/2026).
Sebagai putra asli tanah Moi, Yance menegaskan masyarakatnya tetap terbuka menerima siapa pun dari berbagai suku yang datang mengabdi dan berusaha dengan jujur. Namun keterbukaan itu bukan berarti keadilan boleh diabaikan.
“Kami terbuka lebar menerima siapa saja yang bekerja di tanah ini. Tapi satu hal yang kami TUNTUT: KEADILAN! Kepemimpinan putra daerah harus DIHARGAI, bukan diserang dengan tuduhan sepihak dan sengaja DIJATUHKAN demi kepentingan-kepentingan tertentu!” tandasnya dengan nada tegas.
Kehadiran Septinus Lobat memimpin Kota Sorong, kata Yance, adalah bukti keterwakilan sah putra daerah sekaligus kebanggaan warga Moi dan masyarakat Sorong — patut mendapat dukungan, bukan dihambat.
Ia pun memperingatkan para tokoh publik agar melihat fakta secara utuh dan jernih, jangan sampai terjebak atau dijadikan alat kepentingan politik sesaat yang hanya merugikan pembangunan daerah.
“Menyusun tata kelola birokrasi yang bersih dan benar itu butuh proses serta waktu. Tidak mungkin beres dalam sekejap. Yang dibutuhkan pemerintah saat ini adalah DUKUNGAN nyata, bukan tuduhan-tuduhan yang belum jelas dasarnya dan justru menghambat jalannya pemerintahan,” tegasnya.
Yance mempertegas: para pemuda dan intelektual Moi akan tetap berdiri tegak mengawal pembangunan. Kami tidak akan tinggal diam jika kepemimpinan putra daerah sengaja dijadikan sasaran untuk dijatuhkan.
“Kami BUKAN menolak kritik. Kritik itu baik — asalkan membangun! Bukan kritik yang tujuannya hanya menjatuhkan nama baik seseorang dan merusak kestabilan pemerintahan. Mari kita berdiri bersama menjadikan tata kelola pemerintahan Kota Sorong semakin bersih, semakin baik, dan sepenuhnya berpihak kepada rakyat,” tutup Yance dengan tegas.
Sampai berita ini diturunkan, Pemerintah Kota Sorong melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) belum menyampaikan keterangan resmi terkait tudingan penggeseran nama tenaga honorer yang sempat disampaikan sebelumnya.(MR/red)
