Pejabat Baru Dilantik 7 Bulan Lalu Sudah Mau Pindah Lagi! LSM WGAB: Buktikan Dulu Kinerjanya

Pejabat Baru Dilantik 7 Bulan Lalu Sudah Mau Pindah Lagi! LSM WGAB: Buktikan Dulu Kinerjanya
Bagikan

METRORAKYAT.COM, PAPUA BARAT DAYA – Sikap keras dan teguran tegas disampaikan Ketua LSM Wadah Generasi Anak Bangsa (WGAB), Yerry Basri Mak, S.H., M.H., menanggapi perilaku oknum pejabat yang baru saja dilantik namun sudah bernafsu mencari jabatan baru. Hal ini disampaikan menyikapi pernyataan Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, usai melantik 21 Pejabat Eselon II pada Februari 2026 lalu.

Saat memberikan arahan, Gubernur telah berniat baik untuk mengisi kekosongan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan memberikan kesempatan bagi tokoh-tokoh daerah yang selama ini belum mendapat porsi yang layak.

Namun, niat mulia ini justru terganggu oleh fakta ganjil yang terungkap dalam proses Seleksi Terbuka (Selter) kali ini.

“Ada oknum pejabat yang baru saja dilantik Gubernur, bahkan belum genap tujuh bulan! Belum sempat menghabiskan masa bakti, belum sempat menampakkan hasil kerja nyata, sudah melirik dan ambisius ingin ikut seleksi lagi untuk posisi lain. Ini sangat tidak wajar, sangat tidak etis, dan mencederai semangat pelayanan publik!” tegas Yerry dengan nada tinggi dan tajam.

Menurutnya, rakyat sangat menghormati hak kewenangan Gubernur dalam mengangkat pejabat. Namun, ingatlah bahwa jabatan itu adalah kepercayaan dan amanah, bukan barang dagangan yang bisa diambil lalu ditukar sesuka hati.

“Baru tujuh bulan duduk, sudah gelisah ingin pindah. Kalau begini caranya, kapan rakyat merasakan hasil kerjanya? Kepercayaan besar yang sudah diberikan harus dibuktikan dulu dengan kinerja nyata yang memuaskan, bukan lari mencari posisi yang dianggap lebih menguntungkan!” seru Yerry memberikan peringatan keras.

Lebih tajam lagi ia menyoroti: jika yang bersangkutan kinerjanya pas-pasan, penyerapan anggarannya lambat, dan program kerjanya belum berjalan baik, seharusnya ia malu dan memperbaiki diri, bukan malah maju menawar jabatan baru.

“Kalau dalam evaluasi resmi terbukti kinerjanya buruk, anggaran tidak terserap baik, dan pelayanan belum maksimal, mana pantas diberikan rekomendasi untuk jabatan baru? Jangan biarkan orang yang belum menyelesaikan tugas lama, diberi tugas baru yang lebih tinggi!” tegasnya agar menjadi pelajaran dan peringatan bagi pejabat lain.

LSM WGAB menegaskan: hak mengikuti seleksi memang ada, tetapi keadilan dan kelayakan jauh lebih utama! Jangan tutup peluang bagi putra-putri terbaik asli Papua Barat Daya yang cakap, bersih, dan setia bekerja, hanya karena didahului oleh mereka yang haus jabatan tapi minim hasil.

“Jangan pernah menutup mata terhadap rekam jejak! Kinerja yang jujur, pengelolaan uang negara yang bersih, integritas yang tak tergoyahkan, dan kemampuan menyelesaikan kesulitan rakyat, itulah ukuran mutlak! Yang belum membuktikan diri, minggir dan bekerja lebih keras dulu! Jangan main-main dengan amanah rakyat!” pungkas Yerry Basri Mak.(MR/red)

Tonton Video Arung Jeram di bawah ini:

Metro Rakyat News

Tinggalkan Balasan