Juliana Napitupulu Bongkar Dugaan Pengondisian Pupuk Organik Cair, Sebut Tim Sukses Bupati Taput Bermain
METRORAKYAT.COM, TAPUT – Polemik dugaan pengondisian pengadaan pupuk organik cair yang bersumber dari Dana Desa di Kabupaten Tapanuli Utara kembali mencuat. Kali ini, Juliana Napitupulu disebut menyampaikan adanya dugaan pihak tertentu yang mengatur proses penyaluran pupuk organik cair kepada pemerintah desa.
Informasi tersebut turut dibenarkan oleh Direktur PT Karunia Rotorindo Tani, Robinhat Sitepu, yang mengatakan bahwa Juliana Napitupulu merupakan mitra binaan perusahaannya dalam pemasaran produk pupuk organik cair merek Benteng Tani.
Robinhat menjelaskan, pada tahun 2025 dirinya bahkan turun langsung ke Kabupaten Tapanuli Utara untuk melakukan sosialisasi kepada para kepala desa guna memperkenalkan produk Benteng Tani sebagai salah satu alternatif pupuk organik cair yang dapat digunakan dalam program pemberdayaan desa.
Menurut Robinhat, berdasarkan rencana awal yang disampaikan Juliana kepadanya, produk Benteng Tani diproyeksikan dapat terserap hingga sekitar 36 ton. Namun, seiring berjalannya waktu, laporan penjualan yang diterimanya dari Juliana terus mengalami penurunan hingga pada akhirnya tidak ada satu pun pemerintah desa yang membeli produk tersebut, meskipun menurut informasi yang diterimanya sejumlah desa telah menganggarkan pembelian pupuk organik cair melalui Dana Desa.
Robinhat mengatakan, berdasarkan penjelasan Juliana kepadanya, kegagalan pemasaran produk Benteng Tani diduga bukan disebabkan oleh kualitas produk, melainkan karena adanya intervensi pihak tertentu.
“Menurut Juliana kepada saya, ada intervensi sehingga produk Benteng Tani tidak jadi dibeli oleh desa-desa. Ia menyebut ada pihak-pihak yang mengarahkan pembelian kepada penyedia lain,” ujar Robinhat Sitepu kepada wartawan.
Robinhat menambahkan, Juliana juga menyampaikan kepadanya bahwa dugaan intervensi tersebut melibatkan seorang koordinator desa di Kecamatan Pahae Jae serta Kepala Desa Sisunggulon. Menurut Robinhat, seluruh informasi tersebut merupakan keterangan yang ia terima dari Juliana Napitupulu dan bukan hasil pengamatannya secara langsung.
Lebih lanjut, Robinhat mengatakan bahwa Juliana juga mengaitkan dugaan tersebut dengan pihak yang disebutnya sebagai tim sukses Bupati Tapanuli Utara. Selain itu, Robinhat menyebut Juliana turut menyampaikan dugaan mengenai keterkaitan pihak-pihak tersebut dengan aktivitas Usaha Galian C Ilegal.
Robinhat juga mengungkapkan bahwa Juliana sempat meminta bantuannya agar dapat membantu memperlancar pemasaran produk Benteng Tani di Kabupaten Tapanuli Utara. Karena merasa produknya ditolak dikarenakan adanya supliyer br. Nababan yang dikatakan dekat dengan pejabat Taput.
“Juliana pernah meminta bantuan kepada saya agar bisa membantu membuka jalan sehingga produk Benteng Tani dapat dipasarkan di Tapanuli Utara,” kata Robinhat saat dihubungi awak media Senin, 3/8/2026 melalui telepon WA
Tambahnya, pihaknya sudah melakukan konfirmasi langsung ke dinas PMD Taput. Harapannya permasalahan ini harus dibuka secara terang- terangan karena pihaknya saat ini merasa dirugikan akibat adanya pengondisian.
Terpisah Juliana Napitupulu saat di minta tanggapannya melalui kuasa hukumnya bermarga siagian mengatakan dengan singkat untuk menanyakan hal ini kepada Robin,” tanya aja si robin ” jelasnya.(MR/ Andoky Manalu)
