Wasbang David Roni Diwarnai Curhat Warga, Keadilan Sosial Dinilai Masih Jauh dari Harapan
METRORAKYAT.COM, MEDAN – Anggota DPRD Kota Medan, David Roni Ganda Sinaga, SE, menggelar kegiatan Penyelenggaraan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) di Jalan Denai Gang Rukun, Kelurahan Tegal Sari I, Kecamatan Medan Area, Sabtu (11/7/2026).
Dalam kegiatan tersebut, David Roni menyoroti mulai lunturnya pemahaman generasi muda terhadap sejarah bangsa. Menurutnya, di era digital saat ini banyak anak-anak yang telah memiliki Gadget, namun belum memanfaatkannya untuk menambah pengetahuan dan wawasan kebangsaan.
“JAS MERAH, jangan sekali-kali melupakan sejarah. Anak-anak sekarang sudah memiliki gadget, tetapi yang ditonton sering kali tidak menambah ilmu maupun wawasan. Karena itu, saya selaku anggota dewan dari PDI Perjuangan itu berharap para peserta dapat meneruskan materi yang diperoleh kepada anak-anak dan keluarga di rumah agar semangat nasionalisme dan budaya gotong royong tetap terjaga. Karena tanggung jawab kami menyebarluaskan nilai-nilai Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan ,” ujar David.
Politisi PDI Perjuangan itu berharap para peserta mendapatkan pengetahuan dan wawasan dari kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan yang dilaksanakan dan dapat meneruskan materi yang diperoleh kepada anak-anak dan keluarga di rumah agar semangat nasionalisme dan budaya gotong royong tetap terjaga.
“Harapan saya, bapak dan ibu yang hadir bisa menyampaikan ilmu yang diperoleh hari ini kepada anak-anak di rumah. Jangan sampai generasi kita melupakan sejarah. Wawasan kebangsaan dan Ideologi Pancasila mengedepankan etika serta adab dalam kehidupan bermasyarakat,” katanya.
Untuk menguji pemahaman peserta, David Roni kemudian mengajak sejumlah warga membacakan lima sila Pancasila. Seorang ibu yang ditunjuk berhasil mengucapkannya dengan lancar.
Namun suasana berubah ketika beberapa peserta, khususnya para ibu yang duduk di bagian belakang, menyampaikan keluhan mereka terkait kondisi ekonomi saat ini. Mereka menilai nilai-nilai dalam sila kelima, “Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia,” belum sepenuhnya dirasakan masyarakat.
Menurut mereka, kenaikan harga kebutuhan pokok, harga BBM, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), serta meningkatnya biaya hidup membuat masyarakat kecil merasa keadilan sosial masih jauh dari harapan.
“Kalau melihat kondisi sekarang, kami merasa keadilan sosial itu belum benar-benar dirasakan masyarakat. Harga sembako naik, BBM naik, PBB juga naik. Jadi kami belum merasakan keadilan sosial itu,” ungkap salah seorang peserta yang kemudian disambut seruan peserta lainnya.
Diakhiri kegiatan, David Roni Ganda Sinaga mengajak agar masyarakat kota Medan dapat mengamalkan pancasila dalam kehidupan sehari-hari agar tidak mudah terprovokasi.
“Meski kondisi negara saat ini tidak baik-baik saja, tetaplah kuat, tetap kompak karena bersatu kita teguh bercerai kita runtuh. Bagi anak muda hormati orangtua dan rajin belajar. Jangan terlalu tergantung pada orang lain namun berusaha untuk mandiri, rajin beribadah dan berdoa dan berusaha, “ungkapnya.(MR/Irwan)
