Pasien Keluhkan Pelayanan Kesehatan di RS Murni Teguh Dari Tidak Ada Kamar dan Disuruh Pulang Tanpa Penanganan Dokter

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Murni Teguh, Jalan Jawa, Kecamatan Medan Timur, kembali menuai sorotan. Seorang pasien mengaku harus menjalani perawatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) selama tiga hari tanpa mendapatkan kamar rawat inap, sebelum akhirnya dipulangkan dengan alasan akan diberikan obat.
Pengalaman itu dialami Rosinta Simamora. Berdasarkan keterangan keluarga, Rosinta datang ke RS Murni Teguh pada Sabtu (11/7/2026) sekitar pukul 17.00 WIB dengan kondisi wajah pucat dan berkeringat dingin. Setibanya di rumah sakit, ia langsung dibawa ke ruang IGD dan dipasang infus.
Suami pasien kemudian menuju bagian registrasi untuk menyerahkan surat rujukan dari RS Mitra Medika. Namun, petugas menyampaikan seluruh kamar rawat inap sedang penuh sehingga pasien belum dapat dipindahkan dari IGD.
Selama berada di IGD, pihak keluarga menyebut Rosinta hanya mendapat penanganan dari dokter jaga dan perawat. Sementara itu, mereka terus berupaya mencari informasi mengenai ketersediaan kamar, bahkan mencoba menghubungi sejumlah rumah sakit lain di Kota Medan karena pihak rumah sakit tidak dapat memastikan kapan kamar akan tersedia.
Menurut keluarga, hingga tiga hari menjalani perawatan di IGD, sejak 11 hingga 13 Juli 2026, Rosinta belum pernah diperiksa oleh dokter spesialis yang dituju.
Pada Senin (13/7/2026) sekitar pukul 11.00 WIB, seorang dokter bernama dr. Sany disebut meminta Rosinta untuk pulang dengan alasan akan diberikan obat.
Rosinta mengaku sempat bertanya apakah dirinya masih bisa kembali berobat ke IGD apabila penyakitnya kambuh. Menurut pengakuannya, dokter menjawab bahwa ia dapat berobat ke rumah sakit mana pun.
Pasien juga meminta agar diperbolehkan tetap berada di rumah sakit hingga layanan poliklinik dibuka sekitar pukul 15.30 WIB. Namun, permintaan tersebut tidak dikabulkan. Infus yang masih terpasang di tubuh pasien kemudian dilepas dan pasien dipersilakan pulang.
Dikonfirmasi terpisah, pihak RS Murni Teguh menyatakan belum mengetahui secara rinci peristiwa tersebut dan meminta awak media mengirimkan data pasien untuk dilakukan penelusuran lebih lanjut.
Menanggapi keluhan tersebut, Ketua DPRD Kota Medan, Drs. Wong Chun Sen Tarigan, M.Pd.B, menilai rumah sakit seharusnya mengutamakan keselamatan pasien dibanding persoalan administrasi ataupun keterbatasan kamar.
Menurutnya, alasan kamar penuh bukan lagi keluhan baru yang diterimanya dari masyarakat. Ia meminta manajemen rumah sakit melakukan evaluasi terhadap sistem pelayanan agar pasien rujukan tidak terlantar.
“Kita memang sering menerima keluhan dari pasien yang mengatakan kamar di RS Murni Teguh sering penuh. Padahal ada pasien yang datang dalam kondisi kritis. Seharusnya rumah sakit mengutamakan keselamatan pasien dan memberikan pelayanan secara maksimal. Pasien BPJS juga bukan berobat gratis, karena mereka memiliki hak yang sama untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang layak,” tegas Wong Chun Sen.(MR/red)

