Bupati Sergai Harap Lulusan Perdana Darul Zakir Alwi Jadikan Al Quran Sebagai Pedoman Hidup
METRORAKYAT.COM, SERGAI – Suasana haru mewarnai pelepasan sekaligus wisuda 30 peserta didik kelas IX, dan 20 peserta didik kelas XII angkatan pertama Pesantren Tahfidzul Qur’an Darul Zakir Alwi. Momen ini menjadi fase penting bagi pesantren dalam melahirkan generasi penghafal Al Quran yang diharapkan mampu memberi manfaat bagi masyarakat.
Bupati Serdang Bedagai (Sergai) H. Darma Wijaya didampingi Wakil Bupati (Wabup) Sergai H. Adlin Tambunan menekankan pentingnya menjadikan Al Quran sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan. Ia menyampaikan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari pembentukan akhlak dan karakter.
“Jadikan Al Quran sebagai pedoman hidup. Dengan itu, insyaallah anak-anak akan memiliki arah dan pegangan dalam menjalani kehidupan,” ujarnya saat menghadiri pelepasan dan wisuda peserta didik Pesantren Tahfidzul Qur’an Darul Zakir Alwi, Kamis (4/6/2026).
Bupati Darma Wijaya juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pesantren yang dinilai telah berkontribusi nyata dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia di daerah.
Menurutnya, keberadaan pondok pesantren memiliki peran penting dalam membina generasi muda agar memiliki pemahaman agama yang baik, sekaligus akhlak yang mulia.
Ia menilai, komitmen pesantren dalam memberikan pendidikan kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu patut diapresiasi.
“Pesantren ini hadir bukan untuk mencari keuntungan. Tujuannya mulia, agar anak-anak yang kurang mampu tetap bisa mendapatkan pendidikan dan tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak,” kata Bupati.
Sementara itu, Ketua TP-PKK Kabupaten Sergai sekaligus Bunda Yayasan Nur Indah Mutiara Asshufi, Ny. Hj. Rosmaida Saragih Darma Wijaya mengingatkan para orang tua agar terus memberikan dukungan dan motivasi kepada anak-anak setelah menamatkan pendidikan di pesantren.
Ia menyebutkan, proses pendidikan tidak berhenti pada seremoni kelulusan semata, melainkan harus menjadi langkah awal untuk mempersiapkan masa depan yang lebih baik.
“Saya berharap para orang tua terus memotivasi anak-anaknya. Sekolah itu bukan sekadar tamat, tetapi bagaimana kita memikirkan masa depan mereka,” ujarnya.
Bunda Yayasan Nur Indah Mutiara Asshufi ini juga berharap para lulusan angkatan pertama dapat menjaga nama baik almamater, serta terus melanjutkan pendidikan dan perjuangan dalam menuntut ilmu.
Acara pelepasan itu berlangsung cukup sederhana namun penuh makna, apalagi dirangkaikan dengan kegiatan prosesi basuh kaki orang tua oleh para santri dan santriwati yang diwarnai isak tangis haru.
Tampak hadir Kakan Kemenag Sergai H. Azrul Aswan Sirait, S.H.I, M.M, para Kepala OPD, Camat Dolok Masihul Jimmy Louis Karona Purba, S.E, para kepala desa, pengurus Pesantren Tahfidzul Qur’an Darul Zakir Alwi, tokoh agama, tokoh masyarakat, danpara orang tua peserta didik. (MR/AS)
