Rakorwil I Partai Gelora Sumut, Muhammad Nasir: Kader Harus Berwawasan, Militan, dan Hadir Membawa Warna Baru
METRORAKYAT.COM, MEDAN – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Gelora Indonesia Sumatera Utara menggelar Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) I yang diikuti perwakilan dari lima provinsi di wilayah Sumatera Bagian Utara, yakni Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau. Kelima provinsi tersebut tergabung dalam Badan Pemenangan Teritorial (BPT) 10 Sumbagut.

Kegiatan berlangsung di Hotel AIHO, Jalan Adam Malik, Medan, Sabtu (2/5/2026), dan menjadi momentum strategis dalam memperkuat konsolidasi internal partai sekaligus mematangkan langkah menuju agenda politik ke depan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPW Partai Gelora Sumut Muhammad Nasir, Gubernur Sumatera Utara yang diwakili Kepala Badan Kesbangpol Sumut Dr. Ir. Mulyono ST, MSi, Koordinator Bidang Pemenangan Teritorial DPP Partai Gelora Indonesia Ahmad Faradis, Koordinator Bidang Kaderisasi Ahmad Zainuddin, Koordinator Bidang Keummatan Ahmad Zairofi, Ketua Pusat Pengembangan Wawasan Musyaffa Ahmad Rahim, Ketua Bidang Pemenangan Teritorial 10 H. Muhammad Hafez, para Ketua DPW Partai Gelora se-Sumbagut, Ketua DPW Malaysia Dr. Ardi, serta anggota DPRD Partai Gelora dari Kabupaten Karo, Labuhanbatu, dan Simalungun.
Dalam sambutannya, Ketua DPW Partai Gelora Sumut Muhammad Nasir menegaskan, Rakorwil ini bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan wadah untuk menyatukan langkah, mengevaluasi program kerja, serta merumuskan strategi pemenangan politik dan pelayanan kepada masyarakat.
“Partai Gelora ingin tumbuh dengan kekuatan gagasan dan kualitas kader. Karena itu, pembinaan ideologi dan peningkatan kapasitas harus terus dilakukan. Kami ingin kader Gelora hadir membawa solusi, bukan sekadar hadir dalam kontestasi politik elektoral,” tegas Nasir.
Menurutnya, terdapat tiga agenda utama yang menjadi fokus Rakorwil kali ini, yakni ideologisasi partai, rapat koordinasi wilayah, dan Training for Facilitator (TFF). Ketiga agenda tersebut dirancang untuk melahirkan kader yang tangguh, berintegritas, serta siap menjadi motor penggerak organisasi di daerah.
Nasir menargetkan seluruh kader Partai Gelora memiliki wawasan luas, ideologi yang kokoh, militansi tinggi, serta mampu membawa warna baru dalam perpolitikan Indonesia, khususnya di Sumatera Utara.
“Mereka akan menjadi ujung tombak pendidikan politik, kaderisasi, dan penguatan struktur partai. Dengan fasilitator yang kompeten, proses pembinaan kader akan semakin sistematis, terukur, dan berdampak luas,” ujarnya.
Ia juga menilai Sumatera Utara memiliki posisi strategis dalam pengembangan Partai Gelora di kawasan barat Indonesia. Karena itu, Rakorwil ini menjadi ajang konsolidasi penting untuk memperkuat struktur partai hingga ke tingkat daerah.
“Dengan hadirnya Partai Gelora Indonesia, kami berharap Sumatera Utara akan semakin maju, semakin kuat, dan semakin baik ke depan,” katanya optimistis.
Sementara itu, Koordinator Bidang Pemenangan Teritorial DPP Partai Gelora Indonesia Ahmad Faradis menekankan bahwa ideologi merupakan ruh sekaligus jantung partai.
“Melalui program ideologisasi, kita kembali memahami sejarah, memperkuat visi-misi, serta menanamkan nilai perjuangan dalam diri setiap kader. Dari sinilah lahir kader yang loyal, militan, dan dapat diandalkan dalam situasi apa pun,” ungkap Faradis.
Ia menambahkan, kader Gelora harus tampil berbeda dibanding partai lain. Tidak hanya kuat secara organisasi, tetapi juga unggul dalam wawasan, ilmu pengetahuan, pemahaman keislaman, dan kebangsaan.
“Kader Gelora harus menjadi motor penggerak peradaban. Dibangun di atas landasan ilmu, wawasan kebangsaan, serta komitmen terhadap kemajuan bangsa,” tegasnya.
Di sisi lain, Gubernur Sumatera Utara melalui Kepala Kesbangpol Sumut, Dr. Ir. Mulyono ST, MSi, menyampaikan bahwa partai politik memiliki peran vital sebagai pilar demokrasi.
“Partai politik bukan hanya kendaraan politik, tetapi juga ruang pembelajaran, pembentukan karakter, serta penguatan nilai kebangsaan. Ideologisasi menjadi sangat relevan untuk membentuk kader yang cerdas, berintegritas, bertanggung jawab, dan peduli kepada masyarakat,” ujarnya.
Mulyono juga menegaskan bahwa pembangunan daerah membutuhkan kolaborasi seluruh elemen, termasuk partai politik.
“Pemerintah Provinsi Sumatera Utara membuka ruang seluas-luasnya untuk bekerja sama. Partai Gelora memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam menyampaikan aspirasi masyarakat, mengawal kebijakan publik, dan mendorong percepatan pembangunan daerah,” pungkasnya.(MR/red)




