Gubsu Bobby Nasution: Musrenbang 2027 Titik Krusial Pembangunan Sumut
METRORAKYAT.COM, MEDAN – Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution, menegaskan tahun 2027 menjadi titik krusial dalam arah pembangunan daerah, khususnya dalam memastikan keberlanjutan program prioritas dan pemulihan pascabencana.
Hal itu disampaikan Bobby dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Sumut Tahun 2027 yang digelar pada 22–23 April 2026.
“Kami tahu Pak Menteri baru kembali dari Aceh dan terus berkeliling memastikan daerah terdampak bencana berjalan baik, baik dari sisi pemerintahan maupun masyarakat yang menerima bantuan,” ujar Bobby.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas perhatian serius terhadap daerah terdampak bencana di Sumatera Utara.
2027 Jadi Penentu Keberlanjutan Program Menurut Bobby, tahun 2027 merupakan fase penting bagi kepala daerah yang mulai menjabat sejak 2025.
“Tahun 2027 ini menjadi titik krusial. Apakah program yang ditanamkan sejak 2025 dan dijalankan di 2026 bisa berlanjut dan berkembang atau tidak,” katanya.
Sekolah Gratis Diperluas ke Daerah Terdampak Bencana
Bobby menjelaskan, salah satu program unggulan Pemprov Sumut adalah sekolah gratis untuk SMA, SMK, dan SLB.
Awalnya program ini hanya difokuskan di Kepulauan Nias. Namun akibat bencana yang terjadi pada 2025, cakupannya diperluas.
“Mulai Juli 2026, daerah terdampak bencana juga mendapatkan program sekolah gratis, termasuk penghapusan iuran komite,” jelasnya.
Tambahan Dokter Spesialis
Selain pendidikan, Pemprov juga fokus pada sektor kesehatan dengan menambah tenaga dokter spesialis.
“Pada 2025, kami telah menempatkan 18 dokter spesialis di Kepulauan Nias. Ke depan, 2027 akan diperluas ke daerah lain,” ujar Bobby.
Selaras dengan Program Nasional
Bobby menegaskan pembangunan Sumut diselaraskan dengan RKP Nasional 2027 yang mengusung tema akselerasi pertumbuhan berkualitas melalui produktivitas, investasi, dan industri.
Pemprov Sumut mengadopsi tema tersebut dengan menyesuaikan pada potensi daerah serta fokus pada pemulihan ekonomi pascabencana.
“Kami ingin program ini tidak hanya menjadi rencana, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.(MR/RED)

