Tokoh Masyarakat Gampingan Dan Warga Berharap Setalah Legalitas Usai Perekomomian Kembali Normal

Tokoh Masyarakat Gampingan Dan Warga Berharap Setalah Legalitas Usai Perekomomian Kembali Normal
Bagikan

METRORAKYAT.COM, MALANG – Harapan tokoh masyarakat dan warga Desa Gampingan, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang setelah mediasi dengan PT Ekamas Fortuna yang difasilitasi oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang Jumat (6/2/2026) lalu menghasilkan poin positif , dengan target memulihkan perekonomian warga dari hasil milah limbah.

Berpusat pada penyelesaian polemik pemilahan sampah dan penanganan dampak lingkungan. Ribuan warga berharap serta berdoa hasil mediasi yang tidak mematikan mata pencaharian mereka serta tanggung jawab sosial perusahaan yang lebih baik.

Tokoh masyarakat desa Gampingan H.Rofii Iswahyudi mengatakan bahwah pihaknya terkait polemik tersebut sudah di mediasikan serta menemukan titik terang yang mana Aktivitas pemilahan sampah ini telah menjadi sumber penghasilan utama bagi banyak keluarga selama bertahun-tahun bagi ribuan warga di Desa Gampingan dan sekitarnya (Desa Sumberejo).

 

,”Isi mediasi tersebut yaitu membahas Sampah akan kembali dikeluarkan dan dikelola seperti semula. Namun sesuai arahan DLH, pengolahan ke depan dilakukan melalui PT Tiga Bersaudara, sebagai badan hukum baru khusus pengolahan sampah. yang saat ini masih menunggu proses perizinan , Warga berharap agar proses pemilahan sampah plastik di sekitar kawasan pabrik dapat dikelola oleh warga , Alhamdulillah dan insyaallah hasil mediasi nantinya warga sudah bisa mengolah atau memilah , karena aktivitas tersebut telah menjadi sumber penghidupan bagi warga Desa Gampingan,”jelas lelaki yang akrab disapa abah Rofii Jumat (27/2/2026).

Dengan demikian lanjut abah Rofii ,”Mediasi yang dilakukan oleh tokoh masyarakat, pemerintah desa, dan aparat keamanan (Polres Malang) telah menghasilkan titik terang , dengan sarat penguatan yakni legalitas,insyaallah sudah mulai di urus pertengahan puasa selesai,”tukasnya.

Selain itu Abah Rofii tidak kurang – kurang berpesan kepada lapisan masyarakat selama hal ini dalam masa pengurusan agar tidak melakukan hal hal yang tidak di inginkan.

“,Saya menghimbau selama ini dalam pengurusan agar masyarakat jangan melakukan hal – hal yang tidak diinginkan seperti demo,mengingat desa kita menjadi salahsatu ikon Kabupaten Malang juga pusat yakni adanya sekolah SMA Taruna Nusantara , semua mata tertuju ke desa Gampingan kita patut bangga dan menjaga ketenangan,ketentraman serta kenyamanan,”tegasnya.

Selain itu abah Rofii juga menjelaskan dampak apabila masalah ini belum selesai , pihaknya tidak bisa memberikan santunan,seperti ke jamaah tahlil,ke takmir bahkan bisa dipastikan tidak akan terlasana acara tahunan yang di elu – elukan oleh warga masyarakat yaitu program Umroh gratis.

“,Ya gimana lagi jika masalah ini belum selesai pastinya berdampak pada program itu tadi, makanya saya berharap lapisan masyarakat mendoakan supaya hal ini cepat rampung dan agenda agenda itu bisa terlaksana kembali,”urainya.

Sementara itu salahsatu warga yang tidak mau di sebutkan namanya mengatakan bahwah dirinya sudah bertahun tahun memilah limbah tersebut.

“,Saya kerja memilah itu sudah bertahun tahun,dari memilah itulah saya bisa menghasilkan uang yang bisa untuk mendulang perekonomian keluarga,itu adalah sandaran keringat kami,maka dari itu mudah mudahan permasalahan ini saya doakan lekas selesai dan kami segera beraktifitas kembali,” tandasnya.

Di tanya terkait program umroh gratis dari Abah Rofii dirinya berharap agar tetap ada serta berkeinginan untuk bisa berangkat umroh.

“,Program umroh oleh Abah Rofii saya sangat berharap dapat kupon berangkat, yang saya tahu yang ikut undian itu ada yang dari luar desa antusiasnya itu sampai ratusan orang, kita doakan masalah ini segera selesai , abah Rofii di beri kesehatan ,program umroh,santunan jawah tahlil,takmir dapat kembali berjalan amin,”tutupnya. (MR/red).

Metro Rakyat News