Bupati Baharuddin Siagian Hadiri Dzikir dan Doa Bersama serta Serahkan Santunan kepada 100 Anak Yatim di Desa Kwala Gunung

Bupati Baharuddin Siagian Hadiri Dzikir dan Doa Bersama serta Serahkan Santunan kepada 100 Anak Yatim di Desa Kwala Gunung
Bagikan

METRORAKYAT.COM, BATU BARA – Bupati Batu Bara H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., menghadiri Dzikir dan Doa Bersama sekaligus menyerahkan santunan kepada 100 anak yatim yang digelar di Desa Kwala Gunung, Kecamatan Datuk Lima Puluh, tepatnya di kawasan Kubah Batu Bara, di sebelah RSUD H. OK. Arya Zulkarnain, Jumat (30/1/2026).

Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut menjadi momentum kebersamaan antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam meningkatkan nilai-nilai keimanan dan kepedulian sosial. Acara ini juga dirangkai dengan syukuran/kenduri dalam rangka menyambut datangnya Bulan Suci Ramadan yang diserahkan Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian secara langsung kepada anak-anak yatim sebagai wujud nyata perhatian dan kepedulian Pemerintah Kabupaten Batu Bara terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya anak-anak yang membutuhkan dukungan dan kasih sayang.

Turut mendampingi Bupati Batu Bara dalam kegiatan tersebut, Plh. Sekretaris Daerah Kabupaten Batu Bara, Asisten I, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat, Camat Datuk Lima Puluh, serta Kepala Desa setempat.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian menyampaikan, bahwa kegiatan dzikir dan doa bersama ini diharapkan dapat memperkuat ukhuwah islamiyah serta menumbuhkan semangat berbagi dan kepedulian sosial menjelang Ramadan. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kesucian, ketertiban, dan kebersihan kawasan Kubah Batu Bara sebagai tempat yang memiliki nilai religius bagi masyarakat.

“Tempat ini harus kita jaga bersama. Saya tidak ingin kawasan Kubah Batu Bara disalahgunakan untuk hal-hal yang tidak sesuai dengan ajaran agama,” tegas Baharuddin.

Lebih lanjut, Beliau mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan sekitar Kubah dari aktivitas yang dapat merusak nilai-nilai spiritual, termasuk praktik-praktik yang menyimpang dan berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Ujar Baharuddin

Kegiatan ditutup dengan doa bersama, dengan harapan Bulan Suci Ramadan yang akan datang membawa keberkahan, kedamaian, serta semakin mempererat persatuan dan kebersamaan masyarakat di Kabupaten Batu Bara. (MR/PS)

Metro Rakyat News