Menuju Rumah Tangga Sakinah Ikhtiar Ilmiah dan Ruhani Membangun Keluarga Berbasis Kesadaran

Menuju Rumah Tangga Sakinah Ikhtiar Ilmiah dan Ruhani Membangun Keluarga Berbasis Kesadaran
Bagikan

METRORAKYAT.COM, MEULABOH — Sebuah buku panduan pernikahan Islami berjudul Menuju Rumah Tangga Sakinah resmi diluncurkan sebagai upaya menghadirkan literasi keluarga yang lebih utuh, mendalam, dan relevan dengan tantangan rumah tangga masa kini.

Buku ini ditulis secara kolektif oleh Ustadz Syamsul Kamal, Dr. Tgk. H. Khairul Azhar, S.Ag., M.A., H. Khaidir, S.Ag., M.A., dan Ustadz Marhajadwal, S.Ag., M.A., dengan editor Dr. Khairuddin, M.Pd.

Buku Menuju Rumah Tangga Sakinah hadir sebagai pedoman pra-nikah yang tidak hanya membahas aspek teknis pernikahan, tetapi juga menekankan pentingnya kesiapan diri, kematangan jiwa, adab, dan kesadaran spiritual dalam membangun rumah tangga.

Pernikahan dalam buku ini diposisikan bukan sekadar ikatan sosial, melainkan ibadah panjang dan amanah besar yang menuntut ilmu, akhlak, dan tanggung jawab.

Dalam keterangan nya, penulis utama Ustadz Syamsul Kamal menyampaikan bahwa buku ini lahir dari kegelisahan melihat banyaknya pernikahan yang dimulai dengan harapan besar namun berakhir dengan konflik, perceraian, dan luka batin, karena minimnya bekal ilmu dan kesiapan sebelum akad.

“Banyak orang sibuk menyiapkan pesta, tetapi lupa menyiapkan diri. Buku ini ingin mengajak calon pasangan untuk berhenti sejenak, mengenali diri, memahami pasangan, dan menyadari bahwa pernikahan adalah jalan ibadah bersama,” ujarnya.
Pentingnya Buku Ini di Tengah Krisis Rumah Tangga

Buku Menuju Rumah Tangga Sakinah dinilai penting karena hadir di tengah meningkatnya angka perceraian, rapuhnya ketahanan keluarga, serta kaburnya pemahaman tentang tujuan pernikahan dalam Islam. Selama ini, banyak panduan pernikahan yang bersifat normatif dan teknis, namun minim sentuhan ruhani dan reflektif.

Buku ini mencoba mengisi celah tersebut dengan pendekatan yang seimbang antara fikih, akhlak, psikologi, dan tasawuf.

H. Khaidir, S.Ag., M.A., salah satu penulis, menegaskan bahwa krisis rumah tangga hari ini bukan semata-mata persoalan ekonomi atau komunikasi, melainkan krisis kesadaran dan pemahaman makna pernikahan itu sendiri.

Menurutnya, banyak pasangan memasuki pernikahan tanpa bekal ilmu yang memadai, sehingga mudah goyah ketika menghadapi ujian.

“Pernikahan tidak cukup dijalani dengan cinta dan niat baik saja, tetapi membutuhkan ilmu, adab, dan kesiapan jiwa. Buku ini berusaha mengingatkan kembali fondasi itu,” ungkapnya.

Dr. Tgk. H. Khairul Azhar, S.Ag., M.A., menambahkan bahwa buku ini disusun dengan struktur bertahap, mulai dari kesadaran pra-nikah, proses ta’aruf dan akad, hingga gambaran awal kehidupan rumah tangga.

“Buku ini bukan untuk menghakimi, tetapi membimbing. Bukan untuk menjanjikan rumah tangga tanpa ujian, melainkan menyiapkan pasangan agar siap menghadapi ujian dengan iman dan akhlak,” jelasnya.

Rujukan bagi Calon Pengantin dan Lembaga Pembinaan Keluarga

Dengan bahasa yang komunikatif namun tetap bertanggung jawab secara keilmuan, Menuju Rumah Tangga Sakinah diharapkan dapat menjadi rujukan bagi calon pengantin, pasangan muda, penyuluh agama, serta lembaga pembinaan keluarga seperti KUA, pesantren, dan kampus.

Ustadz Marhajadwal, S.Ag., M.A., menekankan bahwa buku ini sangat relevan untuk dijadikan bahan pembinaan keluarga, khususnya bagi calon pengantin yang sedang mempersiapkan diri memasuki kehidupan rumah tangga.

Menurutnya, pendekatan yang digunakan dalam buku ini tidak hanya normatif, tetapi juga menyentuh realitas lapangan yang sering ditemui dalam pembinaan dan pendampingan keluarga.

“Buku ini dapat menjadi rujukan praktis bagi lembaga pembinaan keluarga karena disusun dari pengalaman nyata, bukan sekadar teori. Ia membantu calon pengantin memahami tanggung jawab rumah tangga sejak awal,” ujarnya.

Peluncuran buku ini menjadi penanda komitmen para penulis untuk turut berkontribusi dalam membangun ketahanan keluarga melalui jalan ilmu dan kesadaran spiritual. Harapannya, buku ini tidak hanya dibaca, tetapi direnungkan dan diamalkan sebagai bekal membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah.(MR/red)

Metro Rakyat News