Tak Lagi Takut Berobat, Ginak Jalani Operasi Kelenjar Prostat Tanpa Biaya
METRORAKYAT.COM, SUBULUSSALAM – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kembali menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama peserta dari kalangan kurang mampu. Salah satunya dialami oleh Ginak (64), warga Pulo Kedep, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, yang merupakan peserta JKN segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI). Saat ini Ginak tengah menjalani masa pemulihan setelah menjalani operasi kantung kemih di RSUD Kota Subulussalam, Sabtu (12/12).
Ginak menceritakan bahwa sebelum dirawat di rumah sakit, ia sudah lama merasakan nyeri pada bagian bawah perut. Namun rasa takut akan biaya pengobatan membuatnya enggan memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.
“Awalnya saya takut untuk berobat karena berpikir biayanya pasti mahal. Jadi saya tahan saja berharap nanti sembuh sendiri,” ujar Ginak saat ditemui di ruang perawatan, Senin (27/10).
Sayangnya, rasa nyeri tersebut semakin parah dan membuatnya akhirnya memutuskan berobat ke Puskesmas terdekat. Di sana ia mendapat pemeriksaan awal dan penanganan medis. Karena kondisinya tidak kunjung membaik, Puskesmas merujuk Ginak ke RSUD Kota Subulussalam untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, dokter mendiagnosis bahwa Ginak mengalami gangguan pada kantung kemih atau kelenjar prostat yang membutuhkan tindakan operasi segera. Melihat kondisi yang cukup serius, tim medis memutuskan untuk melakukan pembedahan.
“Alhamdulillah, operasi berjalan lancar. Saya sangat bersyukur karena penyakit saya sudah ditangani dan rasa nyerinya jauh berkurang,” tuturnya dengan rasa syukur.
Kini Ginak telah menjalani perawatan pascaoperasi selama kurang lebih satu minggu. Saat ditemui, kondisinya sudah semakin membaik dan ia bahkan sudah mampu beraktivitas ringan di ruang perawatan.
Ia mengaku puas dengan pelayanan yang diterimanya selama dirawat di rumah sakit.
“Pelayanannya sangat baik. Ruangan bersih dan nyaman. Perawat cepat tanggap kalau saya butuh bantuan. Dokter juga rutin memeriksa sesuai jadwal,” ungkapnya.
Ginak juga menjelaskan bahwa selama menjalani proses administrasi dan pengobatan, ia tidak mengalami kendala sedikit pun. Seluruh pelayanan berjalan lancar berkat kemudahan sistem yang diterapkan dalam Program JKN.
“Waktu pertama kali masuk rumah sakit, saya hanya menunjukkan KTP dan surat rujukan dari Puskesmas. Setelah itu langsung dilayani tanpa kesulitan,” jelasnya.
Sebagai peserta JKN segmen PBI, Ginak merasa sangat terbantu karena seluruh biaya pengobatan hingga operasi ditanggung penuh oleh BPJS Kesehatan. Ia menuturkan tidak mengeluarkan biaya apa pun selama menjalani perawatan.
“Saya tidak mengeluarkan biaya sedikit pun. Semua ditanggung BPJS Kesehatan, termasuk obat-obatan, dan tidak ada kekosongan obat,” katanya.
Ia berharap program ini terus berjalan agar masyarakat yang membutuhkan dapat merasakan manfaatnya tanpa dibebani biaya.
“Saya sangat berterima kasih kepada pemerintah dan BPJS Kesehatan. Kalau bukan karena program ini, mungkin saya tidak bisa menjalani operasi seperti sekarang. Semoga Program JKN terus berjalan agar masyarakat bisa berobat tanpa khawatir soal biaya,” ucapnya.
Menutup perbincangan, Ginak berpesan kepada masyarakat agar tidak ragu memanfaatkan Program JKN ketika membutuhkan pelayanan kesehatan.
“Jangan takut dan jangan ragu berobat menggunakan JKN. Saya sudah membuktikan sendiri manfaatnya, semua dilayani dengan baik dan tanpa biaya. Jangan biarkan penyakit semakin parah hanya karena takut biaya,” pungkasnya. (MR/red)
