Sosper Sesi II, Dame Duma Sari Hutagalung Ingatkan Warga Medan Segera Ganti ke KK Barcode Putih 

Sosper Sesi II, Dame Duma Sari Hutagalung Ingatkan Warga Medan Segera Ganti ke KK Barcode Putih 
Bagikan
METRORAKYAT.COM,  MEDAN – Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi Gerindra, Dame Duma Sari Hutagalung, mengingatkan warga Kota Medan agar segera mengganti Kartu Keluarga (KK) lama berwarna biru ke KK terbaru berbarcode putih.
Pasalnya, KK lama tidak lagi terhubung ke sistem data kependudukan Disdukcapil, dan warga berisiko tak bisa dilayani saat mengurus bantuan sosial (bansos). Selain itu, warga juga akan sulit ketika memerlukan layanan kesehatan gratis Universal Health Coverage (UHC).
“Segera ganti Kartu Keluarga Bapak Ibu. Kalau dekat ke kantor Lurah, bisa urus di sana. Tapi kalau jauh, silakan datang langsung ke Rumah Aspirasi Duma di Jalan Beringin II No.77, Helvetia,” ujar Duma saat menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosperda) Kota Medan ke-XI Tahun 2025 tentang Sistem Kesehatan (Perda No.4 Tahun 2012), sesi II, Minggu (9/11/2025).
Menurut Duma, KK lama yang belum berbasis barcode tidak terkoneksi dengan data nasional, sehingga rawan membuat warga gagal menerima hak-hak administratif dan bantuan pemerintah.
“Kalau KK masih yang lama, datanya tidak terkoneksi ke Disdukcapil. Jadi nanti saat mau urus bansos, bisa-bisa tidak dilayani, apalagi ingin menggunakan fasilitas layanan kesehatan gratis, ” tegasnya.
Pada kegiatan ini, Perwakilan Dinas Sosial Kota Medan, Linda, menjelaskan bahwa seluruh penerima bantuan sosial kini terintegrasi dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial Nasional (DTKS).
“Penerima bantuan ditentukan berdasarkan kategori desil dari 1 sampai 10. Yang berhak menerima bantuan hanya warga desil 1 sampai 5, yaitu kelompok ekonomi terbawah,” jelas Linda.
Ia mengingatkan, warga yang dulu menerima bantuan bisa saja terhapus otomatis dari daftar, jika kondisi ekonominya membaik.
“Kalau ada anggota keluarga sudah bekerja dan berpenghasilan sesuai UMR, maka desilnya naik. Kalau sudah masuk desil 6 ke atas, bantuannya otomatis berhenti,” paparnya.
Linda juga menegaskan pentingnya kedisiplinan administrasi kependudukan. Banyak warga kehilangan bantuan karena alamat di KK tak sesuai domisili.
“Kalau Ibu tinggal di Deli Serdang tapi datanya masih di Medan, bantuannya bisa hilang. Jadi pastikan data sesuai tempat tinggal sekarang,” sarannya.
Ia menegaskan, tak hanya itu, sistem DTKS kini terhubung dengan data digital nasional.
“Kalau terdeteksi ada pinjaman online aktif atau aktivitas judi online di satu KK, otomatis bisa dicoret dari penerima bantuan,” tegasnya.
Sementara, pihak Puskesmas Helvetia juha mengingatkan warga waspadai ISPA di musim pancaroba. Lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat cuaca tidak menentu.
“Sekarang cuaca cepat berubah dari panas ke hujan. Banyak pasien datang dengan batuk, pilek, demam, dan pegal-pegal,” kata petugas Puskesmas.
Mereka juga mengimbau warga untuk tidak merokok di dalam ruangan, menjaga pola makan, serta rutin mengonsumsi buah agar daya tahan tubuh tetap kuat.
“Jangan berbagi asap rokok dengan anak-anak, ibu hamil, dan lansia. Mereka paling rentan terserang ISPA,” pesannya.
Diakhir pelaksanaan sosperda yang dilaksanakan, Duma menghimbau  dan member peringatan akan pentingnya  menyesuaikan administrasi kependudukan. “Sekali lagi saya himbau urus lah KK ke versi berbarcode, karena adminduk bukan sekadar dokumen baru, tetapi kunci agar hak-hak sosial dan bantuan pemerintah tidak terputus di era digital, ” tutupnya. (MR/Irwan)
Tonton Video Arung Jeram di bawah ini:

Metro Rakyat News