Nama Hilang Misterius di Database P3K, Perwakilan Honorer Sibolga Ngadu ke Gubsu
METRORAKYAT.COM, MEDAN – Raut kecewa dan lelah terlihat jelas di wajah Wan Frit Siahaan, mantan tenaga honorer Dinas Kesehatan Kota Sibolga. Bersama tiga rekannya, Bastian Tanjung dan Edi Irawan dari Disperindag serta Efriandi Gultom dari Dinkes, mereka mendatangi Kantor Gubernur Sumatera Utara di Jalan Diponegoro No.30, Medan, Jumat (31/10), untuk mengadu kepada Kepala BKD Sumut, Sutan Tolang Lubis.
Mereka mengaku dipecat sepihak sebagai tenaga honorer berstatus R3 tanpa alasan jelas. Lebih parah, nama mereka tiba-tiba hilang dari database P3K usai mengikuti tahap wawancara dalam proses seleksi calon PPPK di Kota Sibolga baru-baru ini.
“Kami sudah bekerja 10 tahun, tapi setelah wawancara, nama kami hilang dari database sekitar pukul 12 malam. Tidak ada penjelasan apa pun,” ungkap Wan Frit dengan nada geram.
Menurutnya, sekitar 500 honorer berstatus calon P3K di Sibolga mengalami hal serupa. Mereka sebelumnya telah mengikuti seleksi di Medan dan Paluta, dan dinyatakan tercatat di database nasional. Namun kini, status mereka mendadak lenyap.
“Kami sudah melapor ke BKD dan DPRD Sibolga, tapi tak ada respon berarti. Seolah masalah kami dianggap angin lalu,” tambahnya.
Senada, Edi Irawan, tenaga honorer Disperindag yang juga telah mengabdi 10 tahun, mengaku heran dengan alasan pemerintah daerah yang menyebut efisiensi anggaran.
“Katanya karena efisiensi, tapi kenyataannya ada perekrutan tenaga honorer baru. Ini sangat tidak adil,” tegasnya.
Para honorer juga menuding Pemko Sibolga lebih memprioritaskan honorer kategori R4, yang justru belum masuk database nasional.
“Kami yang R3 sudah terdata resmi, tapi malah dirumahkan. R4 yang belum terdata malah direkrut. Ada apa ini,” kata Wan Frit heran.
Merasa diperlakukan tidak adil, mereka pun melapor langsung ke Badan Kepegawaian Nasional (BKN) di Jakarta. Saat ini, mereka masih menunggu tindak lanjut resmi dari pusat.
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala BKD Sumut, Sutan Tolang Lubis, menyatakan akan menindaklanjuti pengaduan para honorer Kota Sibolga tersebut.
“Kita akan pelajari dan koordinasikan ke pihak terkait,” ujarnya singkat.(MR/Irwan)
