Masyarakat Minta Kejaksaan Perketat Pengawasan Pembangunan Revitalisasi Gedung Sekolah Di SD Kecamatan Parmonangan Yang Bersumber Dari APBN 2025

Masyarakat Minta Kejaksaan Perketat Pengawasan Pembangunan Revitalisasi Gedung Sekolah Di SD Kecamatan Parmonangan Yang Bersumber Dari APBN 2025
Bagikan

METRORAKYAT.COM, TAPUT –  3 sekolah dasar di kecamatan Parmonangan yang saat ini dalam proses pengerjaan pembangunan revitalisasi satuan pendidikan tahun 2025 menuai perhatian dari berbagai kalangan.

Salah satu masyarakat setempat yang namanya diminta untuk dirahasiakan, sabtu 18/10/2025 mengatakan bahwa anggaran yang dikucurkan oleh pemerintah pusat atau dari anggaran APBN dinilai terlalu banyak atau dengan kata lain mubajir. Ianya menjelaskan bahwa dengan biaya yang begitu besar sudah cukup untuk pembangunan beberapa ruangan kelas baru, bukan untuk revitalisasi.

” Biaya begitu besar sudah bisa membangn ruang kelas baru. Bukan rehab lagi kalau dananya begitu besar. Pantauan saya dari 3 sekolah yang lagi proses pengerjaan tidak ada yang membangun ruangan kelas baru, hanya memperbaiki atap dan lantai. Ditambah pembangunan ruangan tambahan dan kamar mandi. Bahkan sampai ada sekolah kamar mandinya sampai 6 unit terkesan menghamburkan anggaran. Karena anggaran ini dikelola langsung oleh kepala sekolah atau satuan pendidikan, jadi kita menduga akan ada praktek korupsi di dalamnya. Kita juga berharap agar kejaksaan Tapanuli Utara memperketat pengawasan pembangunan revitalisasi 3 sekolah di Parmonangan. Untuk menghindari adanya tindak pidana korupsi” jelasnya

Saat tim awak media melakukan investigasi dilapangan, salah satu pekerja dilapangan menyampaikan bahwa para awak media lebih baik menemui orang dinas pendidikan.

” Jumpai aja lah lae orang dinas Pendidikan, kami juga udah menyetor fee ke mereka. Kalau dari kami apalah lae, upah kerja nya kami terima dari sini” jelas salah satu pekerja yang namanya tidak bersedia untuk disebutkan

Adapun 3 Sekolah yang mendapat bantuan dari APBN Tahun 2025 adalah
1. SDN 173383 Hutatinggi dengan anggaran biaya Rp. 1.479. 239.619.
2. SDN 173384 Lobusunut dengan anggaran biaya Rp. 1.022.066.508.
3. SDN 173382 Hutatinggi dengan anggaran biaya Rp.981.520.270.
(MR/ Andoky Manalu)

Metro Rakyat News