Rutan Balige Gelar Razia Hunian, Amankan Barang Terlarang

Rutan Balige Gelar Razia Hunian, Amankan Barang Terlarang
Bagikan

METRORAKYAT.COM, BALIGE – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Balige Kanwil Ditjenpas Sumatera Utara kembali melaksanakan razia rutin di blok hunian warga binaan. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk komitmen dalam menjaga keamanan, mencegah masuknya barang-barang terlarang, sekaligus memastikan program pembinaan berjalan dengan tertib.

Razia dipimpin langsung Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka.KPR) Noel Tobing, melibatkan jajaran regu jaga, staf KPR, hingga CPNS. Sebelum pelaksanaan, Ka.KPR memberikan pengarahan agar petugas mengedepankan profesionalisme, bersikap tegas namun tetap humanis, sehingga kegiatan berjalan tanpa menimbulkan keresahan di kalangan warga binaan.

Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penggeledahan badan hingga menyisir setiap sudut kamar, termasuk tempat tidur, lemari, dan barang pribadi. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan sejumlah barang yang tidak semestinya berada di dalam rutan, antara lain gunting, pisau cukur, sendok besi, dan korek api. Barang-barang tersebut langsung dicatat serta diamankan untuk kemudian dimusnahkan sesuai dengan prosedur.

Selain sebagai upaya preventif, razia juga dijadikan sarana edukasi bagi warga binaan. Petugas pengamanan yang berinteraksi langsung dengan mereka menyampaikan pentingnya menjaga ketertiban dan menghindari penyimpangan. Dengan lingkungan hunian yang bersih dari benda-benda terlarang, proses pembinaan diharapkan dapat berjalan lebih maksimal dan kondusif.

Kepala Rutan Balige, David Nicolas, menegaskan kegiatan razia bukan sekadar agenda seremonial, melainkan langkah strategis dalam mewujudkan stabilitas keamanan. “Razia akan terus dilakukan secara rutin maupun insidentil sebagai upaya menjaga situasi tetap kondusif, sekaligus mendukung keberhasilan program pembinaan. Kami ingin memberikan rasa aman bagi seluruh warga binaan maupun petugas,” ujarnya.

Ia menambahkan, komitmen untuk menciptakan lingkungan rutan yang aman tidak hanya bergantung pada pengawasan petugas, tetapi juga pada kesadaran dan partisipasi warga binaan. Karena itu, setiap temuan barang terlarang diproses sesuai aturan, dan warga binaan diingatkan agar disiplin dalam menaati tata tertib.

Dengan razia yang konsisten, Rutan Balige berupaya memperkuat budaya disiplin, menumbuhkan rasa tanggung jawab, serta mencegah potensi gangguan keamanan. Razia ini menjadi bukti keseriusan jajaran pemasyarakatan dalam menjalankan tugas sesuai slogan Pemasyarakatan: menciptakan hunian yang aman, tertib, dan mendukung proses pembinaan menuju reintegrasi sosial.(MR/red) 

Metro Rakyat News