Rion Arios Tegaskan: Penyebar Isu SARA Bukan Kader PDI Perjuangan Medan
METRORAKYAT.COM, MEDAN – Menjelang pemilihan Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Medan, suasana internal partai berlambang banteng moncong putih ini diwarnai isu SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan).
Padahal, PDI Perjuangan selama ini dikenal sebagai partai nasionalis yang merangkul keberagaman dan menolak politik identitas.
Ironisnya, isu SARA tersebut justru dilontarkan oleh pihak yang mengaku sebagai kader militan PDI Perjuangan Kota Medan, dengan menyasar langsung Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Medan, Hasyim SE.
Hal itu sontak membuat jajaran pengurus DPC gerah dan bertekad menindaklanjutinya lewat jalur hukum.
Kepala Badan Bantuan Hukum Advokasi Rakyat (BBHAR) DPC PDI Perjuangan Kota Medan, Rion Arios, SH, MH, menegaskan bahwa penyebar isu tersebut bukan kader resmi PDI Perjuangan.
“Saya pastikan, orang yang mengaku kader militan dan menyebarkan isu SARA itu bukanlah kader PDI Perjuangan Kota Medan. Tidak pernah ada kader sejati yang berani mencoreng nama partai, apalagi menyerang Ketua DPC sendiri,” tegas Rion, Rabu (24/9).
Menurutnya, dinamika pemilihan Ketua DPC yang semakin dekat membuat tensi politik meningkat. Rion menduga isu SARA sengaja digoreng pihak luar yang memiliki kepentingan dengan salah satu kandidat.
“Kalau saya melihat, ini bukan ulah kader. Besar kemungkinan ada keterkaitan dengan pihak tertentu yang mendukung calon tertentu,” ujarnya.
Lebih lanjut, Rion memastikan pihaknya akan mengambil langkah hukum atas tindakan provokatif tersebut. Ia menegaskan, penggunaan isu SARA jelas melanggar ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
“Penyebar isu SARA jelas melanggar UU No. 1 Tahun 2024 Pasal 28 ayat 2 serta UU No. 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis. Dalam pasal 4 huruf b disebutkan, tindakan diskriminatif berupa ujaran kebencian atas dasar ras maupun etnis adalah pelanggaran serius,” tandas Rion.
Dengan sikap tegas tersebut, DPC PDI Perjuangan Kota Medan berharap pesta demokrasi internal partai berjalan sehat, bersih, dan tetap menjunjung tinggi semangat persatuan tanpa harus menodai marwah partai dengan isu-isu SARA.(MR/Irwan)



