Ketua Permabudhi Sumut Hadiri Acara Peresmian Candi Tabha
METRORAKYAT.COM, MEDAN – Ketua Persatuan Umat Buddha Indonesia Sumatera Utara, Drs.Wong Chun Sen Tarigan, M.Pd.B bersama pengurus menghadiri acara peresmian Candi Tabha yang terletak di Jalan Bintang Terang Ujung No.53A/Jalan Medan – Binjai KM.13,8 Kecamatan Sunggal Kabupaten Deliserdang provinsi Sumatera Utara, Minggu (22/6).


Acara peresmian Candi Tabha ini juga dihadiri para Bikkhu Sangha, Pembimas Buddha Provinsi Sumatera Utara, Sukadi, SE.,MA, Penyelenggara Agama Buddha Deli Serdang Rames Khumar, Pendiri Taman Bodhi Asri Pak Bie-Bie, Ketua Pembina Yayasan Taman Bodhi Asri, Tony Harsono beserta jajaran, Ketua Umum TABA, Djuharwan Tumiwa, Ketua Walubi Sumut, Brillian Moktar, anggota DPRD Provsu, Hasyim, SE, anggota DPRD Kota Medan, Agus Setiawan dan DR.Lily MBA, Tokoh Tionghoa, Indra Wahidin, Iwan Hartono Alam, Juswan, Solihin Chandra, Ir.Sutopo, Sugianto Makmur, Janlie, Fendy Lim, para pimpinan Vihara dan seluruh umat Buddha yang hadir pada acara tersebut.
Ketua Permabudhi Sumut, Drs.Wong Chun Sen Tarigan pada kata sambutannya mengatakan sangat bersyukur dapat hadir pada acara bersejarah yaitu peresmian Candi Tabha.


Menurutnya, hari dimana banyak umat Buddha berkumpul untuk menghadiri acara yang sangat Istimewa karena bukan hanya menyaksikan peresmian sebuah bangunan, tetapi untuk menyambut kebangkitan kembali warisan budaya Nusantara yakni dibangunnya Candi Tabha.
“Nama ini akan menjadi lambing bukan hanya dari keindahan aristektur, tetapi juga dari nilai spiritualitas, tolenransi dan kearifan lokal. Candi ini berdiri bukan hanya dari batu batu yang disusun, melainkan dari cinta, niat suci dan kebanggaan akan jati diri bangsa,”sebutnya.
Lebih lanjut, Wong Chun Sen juga menyebut, Candi Tabha adalah saksi bisu bahwa bangsa ini memiliki ajar sejarah dan budaya yang dalam dan yang mengajarkan kita tentang ketenangan dalam kontemplasi, kebijaksanaan dalam keberagaman dan keteguhan dalam menjaga nilai nilai para leluhur.
“Saat ini kita tidak sedang membangun masa lalu. Namun kita, menghidupkan masa lalu untuk masa depan. Anak anak kita perlu tahu bahwa sebelum mereka lahir, nenek moyang kita telah mengukir kebesaran lewat karya budaya dan spiritual seperti ini. Candi Tabha tidak dibangun untuk satu golongan. Ia adalah simbol dari kebersamaan tempat dimana keberagaman bukan halangan tetapi kekuatan. Kita berharap, Candi Tabha ini dapat menjadi tempat yang terbuka untuk umat berdoa, untuk seniman berkarya, untuk pelajar belajar dan untuk wisatawan memahami jati diri bangsa,”sebutnya.
Wong berharap, Candi Tabha menjadi ruang kebudayaan yang hidup, bukan sekedar destinasi. Namun Candi Tabha akan menjadi sumber inspirasi, pusat edukasi dan penanda spiritualitas Nusantara yang damai dan mendalam.
Wong Chun Sen yang juga ketua DPRD kota Medan ini mengajak semua pihak untuk menjaga dan merawat situs ini bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara makna.
“Jadikan ia rumah bersama, bukan hanya tempat kunjungan sementara. Marilah kita rayakan hari ini dengan penuh syukur dan telad untuk terus menjaga warisan yang telah dititipkan kepada kita. Semoga Candi Tabha menjadi terang dalam perjalanan budaya dan peradapan kita,”pesan Wong. (MR/Irwan)

