Hutan Parmonangan Gundul, Penebangan Kayu Pinus Dan Kayu Alam Marak Di Kecamatan Parmonangan. Diduga KPH XII Dan Lindup Dikangkangi

Hutan Parmonangan Gundul, Penebangan Kayu Pinus Dan Kayu Alam Marak Di Kecamatan Parmonangan. Diduga KPH XII Dan Lindup Dikangkangi
Bagikan

METRORAKYAT.COM, TAPUT – Kecamatan Parmonangan yang dulunya dikenal dengan hutan yang masih banyak ditumbuhi pepohonan seperti pohon kayu Pinus dan pohon jenis kayu alam. Sejuknya udara masih dapat di nikmati masyarakat karena pohon masih berdiri tegak. Akhir- akhir ini pepohonan itu hilang ditelan bumi, seakan bencana datang tiba-tiba.

Masyarakat sekitar mulai merasakan polusi udara karena berkurangnya derastis pepohonan. Hal ini diceritakan salah satu masyarakat kecamatan parmonangan Feri Manalu.

Saat awak media ini melakukan penelusuran, bertemu dengan salah satu masyarakat kecamatan parmonangan Feri Manalu di rumah pribadinya, Rabu 25 Juni 2025.

Feri menjelaskan bahwa memang benar akhir- akhir ini penebangan kayu jenis pinus dan kayu alam sangat marak terjadi di kecamatan parmonangan. Terlihat mobil pengangkut kayu alam dan kayu pinus melintas paling sedikitnya 6 mobil per hari. Para pengusaha kayu bebas mengeluarkan kayu pinus dan kayu alam seakan mempunyai izin lengkap yang diberikan pemerintah melalui instansi terkait.

UPT kehutanan dan Dinas Lingkungan hidup seakan tak menghiraukan dampak lingkungan dari penebangan kayu tersebut. Saya menduga ini ada permainan antara pengusaha dengan KPH dan lingkungan hidup Tapanuli Utara.

“Saya berharap Dinas Lingkungan Hidup Dan KPH XII turun ke lapangan untuk melakukan pengawasan, apabila memang area penebangan itu sudah putih, mohon agar dilakukan pengecekan dampak lingkungannya, ” pintanya.

“Saat dikonfirmasi KPH XII Tapanuli Utara T. Simaremare ( Kepala Seksi Perlindungan Hutan ) mengatakan akan turun ke lapangan melakukan pengecekan. Kita akan tindak para pengusaha kayu yang melanggar aturan. Untuk terkait dampak lingkungan, Itu wewenang dari dinas lingkungan Hidup Tapanuli Utara,”jelasnya.

( MR / Andoky Manalu )

Metro Rakyat News