Masyarakat Seunebok Pusaka Kembali Memanen Sawit Usai 30 Tahun Dirampas PT ASN

Masyarakat Seunebok Pusaka Kembali Memanen Sawit Usai 30 Tahun Dirampas PT ASN
Bagikan

METRORAKYAT.COM, ACEH SELATAN – Masyarakat Seunebok Pusaka, Kecamatan Trumon Timur, Kabupaten Aceh Selatan, kembali memanen sawit usai 30 tahun dirampas pihak PT. Agro Sinergi Nusantara (ASN), Rabu 30 April 2025.

Pemanenan tersebut dilakukan berdasarkan hasil kesepakatan antara PT. ASN dengan masyarakat setempat pada rapat yang digelar hari Sabtu 26 April 2025, di Posko Gerakan Masyarakat Seuneubok Pusaka, di atas lahan yang disengketakan.

Adapun salah satu kesepakatan pada rapat tersebut berbunyi diberikan tenggang waktu selama 100 hari agar permasalahan konflik lahan ini dapat diselesaikan oleh pihak perusahaan.

Namun pada saat itu pihak manager PT. ASN masih enggan menandatangani perjanjian tersebut dan meminta waktu hingga Minggu 27 April 2025 untuk berkoordinasi terlebih dahulu dengan Direktur perusahaan.

Pada saat itu juga, Manager perusahaan berjanji dihadapan warga, “jika pada hari Minggu tidak ditandatangani, maka lahan sengketa seluas 165 hektar itu menjadi milik masyarakat Seunebok Pusaka”.

Hal tersebut diungkap masyarakat setempat kepada awak media, di Posko Gerakan Masyarakat Seunebok Pusaka, Rabu 30 April 2025.

Sudah 30 tahun semenjak kehadiran PT. ASN tersebut tidak ada keuntungan bagi masyarakat, bahkan ironisnya, “semenjak kehadiran PT dimaksud banyak menimbulkan kerugian diantaranya, rusaknya badan jalan masyarakat yang selama ini dilewati mobil pengangkut sawit dengan muatan puluhan ton setiap harinya,” ungkap masyarakat tersebut.

Tak hanya itu, sambung mereka, pembuatan tanggul oleh PT. ASN tersebut untuk menghalangi air masuk ke lahan sawit mereka, namun dampaknya air buangan tersebut merambas ke permukiman warga setempat, hingga merusak berbagai infrastruktur yang ada di Gampong itu.

“Kami berharap kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan agar segara menyelesaikan permasalahan ini, jangan nantinya timbul permasalahan yang tidak diinginkan,” tukas mereka.

Selama ini masyarakat sudah cukup menahan diri, tapi kesabaran selama ini yang dirasakan masyarakat tidak ada itikat baik oleh perusahan yang tidak bertanggung jawab itu.

“Kami atas nama masyarakat Seunebok Pusaka akan melawan pihak PT. ASN, hingga mereka mengembalikan lahan kami dan menuntut lahan sawit yang terkena abrasi akibat banjir yang ditimbulkan oleh pembangunan tanggul hingga memperbaiki infrastruktur yang telah rusak akibat ulah PT tersebut,” tegas masyarakat.

Sebelumnya, mereka mengaku sudah melakukan mediasi secara kepala dingin baik dengan PT. ASN maupun Muspika Kecamatan, “namun hingga saat ini belum ada titik terang terkait hal ini,” demikian pungkas masyarakat Seunebok Pusaka itu. (MR/M.ILHAM)

Metro Rakyat News