Bupati Baharuddin Siagian Gerakkan Petani Tanam Padi Serentak di Desa Sukaramai, Janji Bendungan Sungai Sidalu – dalu Irigasi Cinta Maju Akan Dibenahi
METRORAKYAT.COM, BATU BARA – Bupati Batu Bara H. Baharuddin Siagian, SH, M.Si hadiri kegiatan Tanam Padi Serentak di Desa Sukaramai, Kecamatan Air Putih, Sabtu (19/04/2025).
Turut hadir Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian Heru Tri Widarto, S.Si, M.Sc, Direktur Perlindungan Perkebunan Ir. Bagus Hudoron, Wakil Bupati Batu Bara Syafrizal, SE, M.AP, Kadis Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Sumatera Utara, Dandim 02/08 Asahan, Kapolres Batu Bara, Pimpinan Bulog Cabang Kisaran, Perwakilan dari Pupuk Indonesia, PPK Irigasi Rawa II Balai Besar Wilayah Sumatera 2, Kepala UPTD PUPR Tanjung Balai, para Kepala OPD, Camat Air Putih, Kepala Desa se – Kecamatan Air Putih dan para Kelompok Tani.
Pada kegiatan ini, Bupati Batu Bara H. Baharuddin Siagian, SH, M.Si menyampaikan, Saat ini bendungan sungai sidalu – dalu pada daerah irigasi Cinta Maju yang mencakup wilayah 1.562,1 Ha sawah kondisinya rusak berat dan sudah 6 musim tidak bertanam.
Mengingat fungsi bendungan tersebut daerah irigasi Cinta Maju ini sangat krusial yang mengairi sawah di empat desa yaitu Desa Kampung Kelapa, Limau Sundai, Suka Ramai dan Pematang Panjang dengan luas luas ± 900 Ha dan sampai saat ini tidak dapat bertanam.
“Saya berjanji akan berkoordinasi dengan lembaga terkait dari tingkat Provinsi Sumut hingga ke lembaga kementerian untuk membenahi irigasi, karena semua itu penting untuk ketahanan pangan,” ujar Baharuddin.
Selain itu, Dirinya juga mengimbau kepada para petani untuk memanen padinya sedikit lebih lama.
“Terkait penetapan harga gabah di tingkat petani sebesar Rp. 6500/kg. Saya mengimbau kepada para petani untuk tidak memanen pada 60 hari, tetapi memanen padi pada hari ke – 93,” ujar Baharuddin.
Menurutnya, dengan panen di hari ke – 90 lebih lembaga Bulog yang membeli gabah tidak merugi. Karena jika padi di panen dibawah hari ke – 90 maka padi memiliki kualitas yang jelek dengan kadar susut di atas 50%.
“Kedepannya Pemerintah Kabupaten Batu Bara akan menghidupkan kembali Bumdes untuk para petani yang terdesak membutuhkan uang,” tutup Baharuddin. (MR/PS)
