Diduga Kuat Merasa Malu dan Gerah Pasca Diberitakan, PPK Dinas Hanpang Pertanian dan CV Pasma Jaya Buru Buru Penuhi Spesifikasi Teknis Proyek
METRORAKYAT.COM, PEMATANGSIANTAR – CV PASMA JAYA penyedia (rekanan) proyek Pembangunan Jaringan Irigasi Tingkat Usaha Induk Tani D.I Bahkora – II Areal Persawahan Sipahutar – Bakaran Batu Kelurahan Suka Raja Kecamatan Siantar Marihat milik Dinas Hanpang dan Pertanian Kota Pematangsiantar yang dinakhodai Drs Legianto Pardamean Manurung, M.AP selaku PPK diduga kuat merasa gerah dan malu pasca kinerjanya disoroti dan diberitakan oleh media terkait spesifikasi teknis yang tidak dipenuhi.
Berdasarkan pantauan langsung Metrorakyat.com bersama tim pada hari Selasa hingga Kamis (10 – 12 Desember 2024), dimana pada Selasa (10/12) saat di lokasi proyek tidak ditemukan adanya Concrete Mixer (mesin molen beton) pencampur semen, pasir dan air untuk membuat mortar serta para pekerja tidak memakai perlengkapan keselamatan kerja (K3) berupa helm pelindung kepala dan rompi scotlight.
Dan sehari kemudian, Rabu (11/12/2024) saat tim kembali ke lokasi tampak telah tersedia concrete mixer (molen beton) namun belum ada mesinnya. Dan para pekerja masih mencampur semen, pasir dan air untuk membuat mortar masih menggunakan cangkul. Juga tampak para pekerja belum memakai perlengkapan keselamatan kerja (K3) berupa helm pelindung kepala dan rompi scotlight.
Namun pada Kamis (12/12) saat awak media kembali ke lokasi para pekerja sudah menggunakan helm pelindung kepala dan rompi scotlight. Dan mesin concrete mixer telah dipasangi mesin tetapi belum didapati menyala. Saat ditanyakan ke salah seorang yang dipercaya Penyedia untuk mengamati dan memantau situasi pengerjaan menyebut jika mesin concrete mixer (molen beton) yang ada di lokasi dipastikan bisa menyala, walau belum dapat dibuktikan ke awak media.
Dan dari informasi yang berhasil diperoleh dari para pekerja di lokasi menyebutkan jika pengerjaan Pembangunan Jaringan Irigasi tersebut telah berlangsung/ berjalan sekitar 8- 9 hari sebelum Metrorakyat.com bersama tim turun ke lokasi. Yang mana berarti proses pencampuran semen, pasir dan air untuk pembuatan bahan mortar semuanya dikerjakan secara manual dan belum memakai mesin molen beton (Concrete Mixer) dan tanpa air bersih. Sehingga pasti akan mempengaruhi kekuatan dan ketahanan bangunan nantinya. Dan ini akan menjadi celah bagi publik untuk melaporkan pihak pihak terkait terutama PPK dan Penyedia (rekanan) ke APH karena diduga kuat telah lalai dalam melakukan pengawasan dan pemenuhan spesifikasi teknis pekerjaan sebelum dinaikkan ke ranah pemberitaan. (MR/Tim)
