Reses Sesi 1 dan 2 Seru, Warga Sampaikan Aspirasi Masalah Lampu Jalan, PKH dan Anjing
METRORAKYAT. COM, MEDAN – Pelaksanaan Reses sesi 2 Anggota DPRD Medan Antonius Devolis Tumanggor S.Sos seru dan menghebohkan. Sebab, warga yang hadir menyampaikan pertanyaan yang membuat banyak tamu undangan termasuk anggota DPRD Kota Medan, Antonius Devolis Tumanggor tersenyum. Warga meminta agar hewan peliharaan seperti anjing yang banyak berkeliaran di komplek atau di Gang ditertibkan oleh pihak Dishub Medan. Sabtu (7/12) dimulai pukul 14.00 Wib sampai selesai.
Menurut Antonius Tumanggor, anjing berkeliaran tersebut juga sudah ada memakan korban warga yang digigit. ” Lokasi yang ada di Jln Ling 1 kel Glugur, Jln ling 8 kel Sei Agul,
Jln Perdamean kel Karang Berombak, bahkan korban gigitan anjing sampai di mediasi tapi pihak Kepling tidak mampu menyelesaikan bahkan pihak kelurahan, “kata Antonius Tumanggor pada pelaksanaan Reses masa sidang I sesi II periode 2024-2025 di Jalan Karya Masjid Ujung, Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat, Sabtu (7/12) pukul 14.00 sampai selesai.
Selanjutnya, dari 9 buah lampu penerangan jalan umum yang diminta diganti, namun hanya 3 lampu LPJU yang dipasang di Jalan Karya Rakyat Kelurahan Sei Agul Kota Medan.
Pada kesempatan itu, Antonius Tumanggor juga mengatakan banyaknya warga mengeluhkan bantuan PKH yang terkesan pilih kasih.
“Saya minta agar setiap pendataan warga yang mendapat bantuan PKH atau sembako agar transparan. Kepling jangan pilih kasih. Jika mampu jangan diberikan namun jika benar benar susah harus didaftarkan di DTKS, ” sebutnya.
Antonius juga mempertanyakan anggaran penyediaan lampu jalan karena dari 9 titik lokasi lampu rusak hanya 3 titik yang direalisasikan.
Pada Reses yang diikuti ratusan warga dari berbagai Kelurahan dari Dapil I meliputi, Medan Barat, Medan Petisah, Medan Helvetia dan Medan Baru juga dihadiri petugas Kesos Medan Barat Siti Fatimah, Mujiono Dinas SDABMBK, Syariah Dinas Kesehatan, Ratna Sembiring Dinas Kesehatan (Puskemas), Risnata Tambunan dari Dinas Sosial, Zauhari dari Dinas Pendidikan
Dalam Reses tersebut, Setiati warga Kelurahan Kesawan minta kepada Antonius D Tumanggor agar parit di kawasan Kesawan diperbaiki. Sebab, banyak korban yang jatuh karena paritnya belum bagus. Saya pernah lihat pedagang naik sepeda motor bawa steling jatuh karena paritnya masih belum bagus,” katanya.
Warga lainnya yang tinggal Sei Agul M Girsang minta agar pihak kelurahan turun langsung ke lapangan dan bekerjasama dengan warga untuk bergotong royong membersihkan lingkungan sekitar. Dengan adanya gotong royong tersebut, warga satu sama lain bisa saling mengenal.
Warga Glugur Kota Tetty Nasution mengaku mewakili teman-temannya menyampaikan keluh kesah tentang bantuan PKH. Sebab, masyarakat kecil di daerah dirinya tinggal d daerahnya tidak mendapat PKH. Orang yang mendapat PKH dipilih-pilih.
Menanggapi keluhan warga tentang parit di Kesawan belum baik, Antonius Devolis Tumanggor mengatakan bahwa itu merupakan program dari Walikota Medan tetap berjalan dengan baik. Namun situasi alam yang membuat, namanya juga musim hujan. Kalau pembenahan banjir memang harus berkolaborasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.
Sementara Mujiono dari SDABMBK menanggapi laporan dengan akan melakukan survei. Dengan komentar tersebut, Antonius yang merupakan politisi NasDem dan duduk di Komisi IV DPRD Medan langsung menyela agar pihak dinas SDAMBK harus mengeksekusi laporan warga tersebut. “Tidak cukup dengan survei saja, harus segera dieksekusi (diselesaikan),” tegas Antonius.
Terkait PKH yang dikeluhkan warga, Risnata Tambunan dari Dinas Sosial mengatakan bahwa kriteria penerima PHK itu termasuk golongan fakir miskin. Kenapa yang menerima ibu ibu yang mempunyai balita. Sebab, dianggap yang usia 40 tahun ke atas, suami bisa bekerja. Syarat kedua, terdaftar di DTKS. Miskin dia dan terdaftar di DTKS bisa menerima, miskin Namun tidak terdaftar di DTKS tidak bisa menerima.
Risnata menyarankan, jika memang warga merasa ada warga lain tidak layak menerima PKH karena orang berada, silahkan laporkan dengan catatan harus punya bukti. Misalnya, kediaman penerima PKH yang tidak tepat sasaran difoto, lalu laporkan ke Dinas Sosial.
Pagi harinya, Antonius Devolis Tumanggor S.Sos juga melaksanakan Reses I masa sidang I tahun 2024-2025 sesi pertama di lokasi yang sama.
Pada sesi tanya jawab, Gideon Sitianggang warga ling kungan 1 kelurahan Pulau Brayan Kota mengharapkan pembagian bantuan PKH
tepat sasaran dan tidak ada perbedaan. “Kami harap dilakukan pendataan di lingkungan 1. Untuk Dinas SDABMBK Kota Medan kami minta drainase di Brayan dibersihkan agar parit tidak tersumbat. Dishub Medan kiranya agar mengganti lampu di sekitar Brayan. Karena sudah banyak tidak berfungsi dan rusak,” katanya.
Burhanuddin Tanjung warga Kelurahan Sei Sikambing C2, berterima kasih karena akan dikeluarkannya dana bantuan program Indonesia pintar (PIP) untuk anak didik. ” Kami sangat senang apalagi tahun ini kami sangat butuh biaya buat pendidikan anak anak kami, “ucapnya.(MR/red)
